Mengatasi kecemasan akan adanya pemutusan hubungan kerja pada karyawan pabrik djarum kudus melalui konseling behavioristikdengan teknik self management

SHOFIANA, AISIYAH (2018) Mengatasi kecemasan akan adanya pemutusan hubungan kerja pada karyawan pabrik djarum kudus melalui konseling behavioristikdengan teknik self management. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (257kB)
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Download (177kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (228kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (216kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (274kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (165kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (90kB) | Request a copy
[img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (94kB)
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (408kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan pemutusan hubungan kerja pada karyawan Pabrik Djarum Kudus, 2. Untuk membantu mengatasi kecemasan pemutusan hubungan kerja pada karyawan Pabrik Djarum Kudus melalui konseling behavioristik dengan teknik self management. Konseling behavioristik adalah layanan komseling yang berpusat pada masalah tingkah laku yang tidak sesuai pada klien yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal dan mengubahnya menjadi tingkah laku yang sesuai. Teknik self management adalah teknik yang menunjukkan pada pelaksanaan dan penanganan kehidupan seseorang dengan menggunakan suatu keterampilan yang dipelajari. Self management bertujuan untuk membantu individu agar dapat mengatur dan mengubah perilakunya sendiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek yang diteliti adalah dua karyawan yaitu ST dan SM. Kedua karyawan tersebut sama - sama mrngalami kecemasan akan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, peneliti menemukan berbagai faktor yang menjadi penyebab kecemasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami oleh dua karyawan, serta pengaruh penerapan konseling behavioristik dengan teknik self management dari dua konseli yaitu : (1) konseli ST faktor internal penyebab permasalahannya adalah sering sakit-sakitan, pingsan jika mencium bau mentimun karena konseli mempunyai darah rendah. Sedangkan faktor eksternya adalah konseli harus menghidupi anaknya seorang diri dan kadang tidak dapat mencapai target yang ditentukan dalam bekerjanya dalam sehari, karena dia adalah tulang punggung di keluarganya, (2) klien SM faktor internal penyebab kecemasan PHK yaitu sering mengantuk pada saat kerja berlangsung, kurang konsentrasi sertaturunnyaproduktivitaskerja. Sedangkan faktor ekstenalnya adalah tidak memiliki keterampilan khusus yang lain untuk mencari pekerjaan sampingan agar tetap bisa memiliki penghasilan. Setelah dilakukannya konseling behavioristik dengan teknik self management, konseli mampu menghilangkan kecemasannya dan kembali beraktivitas normal pada saat bekerja. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa layanan konseling behavioristik dengan teknik self management tepat untuk mengatasi kecemasan akan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawan yang mengganggu aktivitasnya dalam bekerja. Disarankan bagi karyawan (konseli) diharapkan dapat lebih memahami dampak yang akan timbul akibat kecemasan dan perilakunya yang tidak sesuai. Bagi karyawandapatterbantudalammengatasikecemasanakanadanya PHK yang sewaktu-waktudapatmenimpadirinya. Serta bagi peneliti (konselor) dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling terutama layanan konseling individu. Hal ini dirasa perlu dilakukan karena banyak sekali masalah yang tidak bisa diatasi dengan layanan yang sifatnya kelompok atau klasikal. Dengan layanan konseling individu pula kita bisa mengenal dan memahami individu/karyawan yang mengalamikecemasansecara mendalam dan menyeluruh. Dengan demikian masalah yang dialami karyawanakan dapat teratasi dengan baik.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 : Sumarwiyah, M. Pd., Kons Pembimbing 2 : Drs. Sunardi, M. Pd
Uncontrolled Keywords: Kecemasan Pemutusan Hubungan Kerja, Konseling Behavioristik, Teknik Self Management.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 21 Aug 2019 01:54
Last Modified: 21 Aug 2019 01:54
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/11213

Actions (login required)

View Item View Item