Mengatasi perilaku sopan atau santun melalui konseling behavioristik teknik kontrak perilaku pada siswa kelas xi ips 1 sma n 1 jekulo

PANGESTIKA, YOLANDA TRI WIDYA (2018) Mengatasi perilaku sopan atau santun melalui konseling behavioristik teknik kontrak perilaku pada siswa kelas xi ips 1 sma n 1 jekulo. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (934kB)
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Download (283kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (406kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (328kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (464kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (256kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (228kB) | Request a copy
[img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (277kB)
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (8MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menemukan faktor-faktor penyebab perilaku sopan santun siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Jekulo yang kurang baik, 2. Untuk mengatasi perilaku sopan atau santun melalui konseling behavioristik teknik kontrak perilaku. Sopan santun adalah suatu sikap atau tingkah laku yang ramah terhadap orang lain, terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan dalam situasi, kondisi apapun yang timbul dari hasil pergaulan di dalam masyarakat. Konseling behavioristik adalah suatu pendekatan konseling yang dilakukan oleh konselor untuk mengubah perilaku yang tidak baik (mal adaptif) menjadi perilaku lebih baik (adaptif). Teknik kontak perilaku yaitu perjanjian antara peneliti dan siswa untuk mengubah perilaku tertentu yang diinginkan oleh siswa dan apabila siswa mampu mengubah perilaku yang diinginkan maka akan menerima reward (hadiah) atas tingkah laku tersebut. Dalam penelitian ini perilaku yang bermasalah yaitu perilaku sopan santun yang kurang baik, di mana siswa sering berbicara dengan nada keras, berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai aturan, ketika guru menegur membantah, ketika berinteraksi dengan guru tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar, dan ketika guru menerangkan tidak memperhatikan, berbicara, dan bermain sendiri sehingga kelas menjadi gaduh. Dengan menggunakan konseling behavioristik teknik kontrak perilaku diharapkan siswa ada perubahan perilaku dari berperilaku sopan santun yang kurang baik menjadi berperilaku sopan santun yang lebih baik. Dalam penelitian ini penggunaan konseling individu dengan pendekatan behavioristik dibantu dengan teknik kontrak perilaku, yaitu kesepakatan yang dibuat oleh konseli dan konselor untuk mengubah perilaku tertentu pada konseli. Melalui kontrak perilaku diharapkan siswa mampu memenuhi komitmen-komitmen yang ada pada kontrak yang telah dibuat sebelumnya bersama peneliti, untuk menampilkan perilaku yang diinginkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus Bimbingan dan Konseling dengan metode penelitian kualitatif.Subjek yang diteliti adalah tiga siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Jekulo yang memiliki permasalahan perilaku sopan santun yang kurang baik.Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, observasi dan dokumentasi secara mendalam sehingga nantinya mendapatkan data yang akurat terhadap permasalahan yang diteliti yaitu permasalahan tentang perilaku sopan santun yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan perilaku sopan santun yang kurang baik yang dialami siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku sopan santun MCL yang kurang baik yaitu: merasa kurang nyaman di kelas, tidak menyukai pelajaran maupun guru agama serta sering mengobrol dengan teman sebangku saat pembelajaran berlangsung. Faktor yang menyebabkan perilaku sopan santun RSTB kurang baik yaitu tidak suka dengan pelajaran Bahasa Inggris dan rasa bosan karena tugas yang banyak, main HP serta sering mengobrol dengan teman sebangku saat pembelajaran berlangsung. Sedangkan faktor yang menyebabkan SAM berperilaku sopan santun yang kurang baik yaitu tidak menyukai pelajaran geografi karena membosankan, merasa tidak dihargai ketika mengerjakan tugas serta sering mengobrol dengan teman sebangku saat pembelajaran berlangsung. Hal tersebut membuat konseli MCL, RSTB, dan SAM sering berperilaku kurang sopan seperti: sering berbicara dengan nada keras, berpakaian tidak rapi dan tidak sesuai aturan, ketika guru menegur membantah, ketika berinteraksi dengan guru tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar serta ketika guru menerangkan tidak memperhatikan, berbicara, dan bermain sendiri sehingga kelas menjadi gaduh. Setelah dilaksanakan konseling individu dengan pendekatan behavioristik teknik kontrak perilaku mampu menghingkan perilaku mal adaptif dengan berperilaku adaptif. Itu berarti konseling individu dengan pendekatan behavioristik teknik kontrak perilaku sangat tepat untuk mengatasi perilaku sopan santun yang kurang baik yang dialami oleh konseli MCL, RSTB, dan SAM. Berdasarkan penelitian di atas, peneliti menyampaikan saran kepada: 1. Bagi siswa yang mengalami permasalahan dalam hal perilaku sopan santun yang kurang baik, hendaknya menyadari pentingnya perilaku sopan santun yang baik dalam kehidupan sehari-hari.Siswa sebaiknya secara terus menerus dapat menerapkan hasil konseling hingga dapat menjadikan hasil konseling sebagai kebiasaan untuk tidak berperilaku kurang sopan. 2. Guru bimbingan dan konseling sebaiknya dapat menindak lanjuti konseling yang sudah dilakukan oleh peneliti. Dan guru bimbingan dan konseling hendaknya memberikan perhatian positif khususnya bagi siswa yang memiliki masalah dalam hal pemberian layanan bimbingan dan konseling terutama pada layanan konseling individu.Penerapan pendekatan konseling behavioristik teknik kontrak perilaku sangat cocok dalam menangani masalah perilaku sopan santun yang kurang baik. 3. Bagi kepala sekolah diharapkan memfasilitasi dan mendukung guru BK dalam kegiatan konseling untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa.Serta dapat menindak lanjuti penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti. Agar dikemudian hari tidak ada lagi siswa yang memiliki masalah yang sama. 4. Bagi peneliti diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik dari ilmu bimbingan dan konseling yang telah didapat selama di bangku perkuliahan khususnya mengenai penerapan pendekatan behavioristik dengan teknik kontrak perilaku untuk meningkatkan perilaku sopan santun serta pendekatan dan layanan bimbingan dan konseling yang ada di masyarakat dengan baik serta diharapkan dapat lebih bisa melatih kesabaran dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling untuk menyelesaikan permasalahan siswa.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 : Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd. Kons NIDN : 0019065601 Pembimbing 2 : Drs. Arista Kiswantoro, M.Pd NIDN : 0611116401
Uncontrolled Keywords: Konseling Behavioristik, Teknik Kontrak Perilaku, Sopan Santun
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 26 Aug 2019 04:05
Last Modified: 26 Aug 2019 04:05
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/11280

Actions (login required)

View Item View Item