Peningkatan kemandirian belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi

HARDIANTI, BELLA (2019) Peningkatan kemandirian belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (1MB)
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Download (233kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (315kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (553kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (898kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (137kB) | Request a copy
[img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (139kB)
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Masalah yang terjadi di siswa kelas X SMK PGRI 1 Mejobo Kudus yaitu memiliki kemandirian belajar yang rendah. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan hasil wawancara peneiliti dengan kolabolator (guru BK) pada saat pra observasi bahwa siswa kelas X memiliki kemandirian belajar rendah, yaitu: 1) Siswa tidak mampu merencanakan sendiri kegiatan belajar, 2) Siswa tidak memiliki inisiatif menentukan kegiatan belajar, 3) Tidak memiliki tanggung jawab dalam belajar yang rendah, 4) Tertutup dan pasif (tidak kritis), 5) Kurang percaya diri saat mengerjakan tugas yang dianggap sulit. Kemandirian belajar adalah perilaku siswa dalam mewujudkan kehendak atau keinginannya secara nyata dengan tidak bergantung kepada orang lain, dengan beberapa indikator yaitu, siswa mampu merencanakan dan memilih kegiatan belajar sendiri, berinisiatif dan memacu diri untuk belajar secara terus menerus, dapat dituntut bertanggung jawab dalam belajar, belajar secara kritis, logis, dan penuh keterbukaan, dan belajar dengan penuh percaya diri. Dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok siswa memiliki wadah yang tepat dalam menemukan informasi tentang masalah-masalahnya terutama dalam meningkatkan kemandirian belajarnya, sehingga siswa memperoleh informasi yang tepat dan dapat mempertanggung jawabkan serta dapat menerapkan ke dalam dirinya sendiri. Teknik simulasi merupakan suatu kegiatan atau latihan yang mewakili situasi kehidupan nyata agar siswa dapat mempelajari lebih mendalam tentang situasi yang disimulasikan. Dengan melaksanakan layanan bimbingan kelompok teknik simulasi dalam peningkatan kemandirian belajar siswa suasana yang tercipta dalam kelompok tersebut mewujudkan suasana secara kekeluargaan yang dapat memberikan pengaruh yang baik dalam upaya meningkatkan kemandirian belajar. Penelitian yang dilakukan di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus subjeknya adalah siswa Kelas X RPL. Variabel penelitian yang digunakan dua variabel yaitu, variabel bebas (X) adalah layanan bimbingan kelompok teknik simulasi, variabel terikat (Y) adalah kemandirian belajar. Jenis penelitian ini adalah PTBK dengan beberapa tahap: 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. Pengamatan, 4. Refleksi, yang dilakukan dalam dua siklus penelitian, setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan. Hasil observasi skala instrumen penilaian kemandirian belajar terhadap 8 subyek pada pra siklus adalah sebagai berikut: 1. Siswa memiliki kemandirian belajar dalam kategori kurang, 1 siswa yaitu BC memiliki kemandirian belajar dalam kategori baik dan ke 7 siswa lain yaitu DK, VA, PP, AS, AP, MAN, dan ZA memiliki kemandirian dalam kategori kurang. Hasil observasi setelah siklus I pertemuan pertama, kedua, dan ketiga mengalami peningkatan dalam kategori baik dari kedelapan siswa yaitu BC, DK, VA, PP, AS, AP, MAN, ZA. Hasil observasi skala instrumen kemandirian belajar setelah Siklus II pertemuan pertama, kedua, dan ketiga, siswa dengan kategori baik sebanyak 3 siswa yaitu DK, AS, MAN dan yang memperoleh kategori sangat baik ada 5 siswa yaitu BC, VA, PP, AP, dan ZA. Dari hasil observasi skala instrumen kemandirian belajar dapat disimpulkan bahwa pada siklus II siswa mengalami peningkatan dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik simulasi dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa Kelas X RPL SMK PGRI 1 Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2018/2019 dinyatakan diterima. Berdasarkan temuan di lapangan, peneliti memberikan saran kepada: 1. Kepala Sekolah, diharapkan agar dapat memfasilitasi segala sesuatu yang berkaitan dengan pemberian layanan yang dilakukan oleh guru BK. 2. Guru Pembimbing (Guru BK), diharapkan guru pembimbing (Guru BK) dapat memaksimalkan layanan bimbingan konseling di sekolah, agar layanan BK dapat membantu siswa secara seutuhnya dalam mengatasi permasalahan yang dialami. 3. Siswa-siswi, diharapkan siswa-siswi memiliki dalam hal kemandirian belajar yang baik dan lebih baik lagi karena dapat menunjang kehidupan mereka saat ini maupun masa depan kelak. 4. Kepada Peneliti selanjutnya, diharapkan kepada peneliti selanjutnya yang melakukan praktik di SMK PGRI 1 Mejobo Kudus dengan teori-teori atau materi layanan bimbingan dan konseling khususnya bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dalam peningkatan kemandirian belajar siswa dapat lebih baik lagi.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 : Drs. Masturi M.M Pembimbing 2 : Drs. Arista Kiswantoro, M. Pd
Uncontrolled Keywords: Kemandirian Belajar, Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Simulasi.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 27 Aug 2019 01:58
Last Modified: 27 Aug 2019 01:58
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/11299

Actions (login required)

View Item View Item