Mengatasi perilaku delinkuen situasional melalui konseling behavioristik teknik modeling simbolis pada remaja karang taruna desa pelang jepara

PUJIANTO, - (2019) Mengatasi perilaku delinkuen situasional melalui konseling behavioristik teknik modeling simbolis pada remaja karang taruna desa pelang jepara. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (9MB)
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Download (419kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (126kB) | Request a copy
[img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (131kB)
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan faktor penyebab perilaku delinkuen situasional pada remaja Karang Taruna desa Pelang Jepara. 2. Mendeskripsikan penerapan pendekatan behavioral dalam mengatasi perilaku delinkuen situasional pada remaja Karang Taruna desa Pelang Jepara. Perilaku delinkuen situasional pada anggota Karang Taruna ditunjukan dengan seringya terjadi perkelahian antarpemuda, pencurian, mengkonsumsi minuman keras, perilaku vandalisme, penyalahangunaan obat, mengkonsumsi minuman keras. Sehingga diperlukan konseling individual yang intensif melalui pendekatan behavioristik teknik modeling simbolis, agar perilaku delinkuen situasional pada anggota Karang Taruna dapat teratasi. Pendekatan penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian merupakan dua anggota Karang Taruna desa Pelang Jepara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, observasi dan home visit. Teknik analisis data menggunakan induksi sistem bacon. Hasil penelitian pada konseli I (T) disebabkan karena pengaruh pergaulan lingkungannya. Teman-teman sepermainan konseli mayoritas adalah siswa putus sekolah, sehingga membuat konseli tidak ada motivasi lagi untuk melanjutkan pendidikannya di bangku sekolah menengah atas atau sederajat. Kemudian dari pergaulan itulah konseli mulai mengenal minuman kerja, perjudian, bahkan prostitusi. Perilaku delinkuen situasional pada konseli II(EK) disebabkan karena hubungan yang tidak terlalu baik dengan anggota keluarga, terutama dengan ibu konseli. Simpulan konseli I, setelah pelaksanaan konseling selama tiga kali pertemuan akhirnya konseli mengetahui bahwa perilaku delinkuens selama ini disebabkan oleh pengaruh teman-temannya. Terkhusus perilaku mabuk pada konseli, konseli telah mengerti dan menyadari bahwa minuman keras tidak ada manfaatnya sama sekali bagi tubuh dan konseli telah menyesal dengan segala perbuatannya. Konseli II setelah pelaksanaan konseling selama tiga pertemuan konseli menyadari bahwa segala yang dilakukan oleh ibunya adalah bentuk kasih sayang seorang ibu kepada anak. Agar konseli dapat menjadi mandiri sebagai wanita yang nantinya mengurus rumah tangga, walau sebanyak apapun aktivitasnya di luar rumah. Konseli menyadari bahwa pelariannya di dunia malam tidak membawa manfaat apapun pada dirinya. Saran yang disampaikan pada pihak-pihak terkait dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Ketua Karang Taruna: Ketua Karang Taruna hendaknya memberikan orientasi kepada semua anggota baru dan anggota yang telah lama bergabung agar memiliki kegiatan yang kontinu untuk dilakukan dan tidak terbatas pada kegiatan seremonial. 2. Orangtua: Orangtua dapat hendaknya terus memantau pergaulan dan aktivitas anak di luar rumah agar anak tidak terjerumus pada perilaku delinkuen. 3. Remaja Karang Taruna: Remaja karang taruna hendaknya menyadari bahwa mereka adalah pilar bangsa untuk meneruskan perjuangan bangsa melalui kegiatan sosial di masyarakat. 4. Penelitian Selanjutnya: Penelitian selanjutnya hendaknya menggunakan teknik atau media dalam bimbingan dan konseling yang lebih mudah untuk diaplikasikan dalam konseling individu, sehingga mempermudah keberhasilan konseli dalam mencapai perubahan perilaku yang diingikan oleh kedua pihak, yaitu peneliti dan konseli.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 : Drs. Sucipto, M.Pd., Kons Pembimbing 2 : Indah Lestari, M.Pd., Kons
Uncontrolled Keywords: Delinkuen Situasional, Konseling Behavioristik, Modeling Simbolis.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 05 Oct 2019 05:58
Last Modified: 05 Oct 2019 05:58
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/11653

Actions (login required)

View Item View Item