Improving the Vocabulary Mastery of the Fifth Grade Students of SD 2 Kedungdowo Kudus in the Academic Year 2011/2012 by Using Ostensive Teaching.

Shodiqin, , Ahmad (2012) Improving the Vocabulary Mastery of the Fifth Grade Students of SD 2 Kedungdowo Kudus in the Academic Year 2011/2012 by Using Ostensive Teaching. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL BARU) - Accepted Version
Download (230kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (159kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (201kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (188kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (519kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (145kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (206kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (193kB) | Tinjau ulang

Abstrak

Shodiqin, Ahmad. 2012. Improving the Vocabulary Mastery of the Fifth Grade Students of SD 2 Kedungdowo Kudus in the Academic Year 2011/2012 by Using Ostensive Teaching. Skripsi. English Education Department, Teacher Training and Education Faculty. Advisor: (i) Dra. Sri Endang Kusmaryati, M.Pd (ii) Fajar Kartika, SS, M.Hum. Keywords: Vocabulary, Ostensive Vocabulary is one of the elements of language that should be learnt and taught with accurate to understanding. In vocabulary there is continued development beyond the childhood years, with adults constantly adding new words to their vocabulary through reading, occupation, and other activities. In elementary level the material of English are introducing and translating words and things around. One of the famous techniques that use to children is called Ostensive. Ostensive Teaching is showing the real things in the classroom with pointing or showing. It means that in teaching English vocabulary, teacher can hold up things or point of the objects in the classroom as a vocabulary mediator to remembered. And much of the vocabulary of children’s learning will consist of concrete nouns. Introducing a new word by showing the real object often helps pupils memorize the words through visualization. Instead of using real pictures, a word or the contents of a passage may be visualized. This is more effective than repetition. The researcher conducted classroom action research to solve the research problem. The research was conducted in SD 2 Kedungdowo-Kudus in the academic year 2011/2012, especially in fifth grade of SD 2 Kedungdowo. The total of the fifth grade students are 28, that are consist of 13 male and 15 female. This research consists of three cycles and each of cycles has the instrument, they are: observation, test, and questionnaire. Besides that, the researcher also applied the research design in every cycle as follow: planning, observation, analysis and reflection. The researcher uses things in library units in first cycle, for second and third cycle the researcher uses weather-season units. The average score percentage of students’ vocabulary mastery in cycle I is 63.18. In cycle II is 67.93%. So, there is an increasing of the average score percentage of the students’ vocabulary mastery between cycle I and cycle II. It is 4.75%. The average score percentage of the students’ vocabulary mastery in cycle III is 73.89%. So, there is an increasing of the average score percentage of the students’ vocabulary mastery between cycle II and cycle III. It is 5.96%. And there is increasing 10.71% between cycle I and III. Therefore, there is the improvement of the students’ vocabulary mastery in teaching by using Ostensive Teaching in every cycle. In every cycle, there is an improvement of students’ activity in teaching English by using Ostensive Teaching. In cycle I, there are many students who are not active enough yet in teaching learning process. There are a few students who give response to the teacher when the teacher speak, give question, and give command. In cycle II the number of students who are active when the teacher asks students to look for the meaning from dictionary and write in the blackboard is increase although there are still some students who are chat with their friend. In cycle III, all of the students can be active in the class activity although there are some students who still less of respond when the teacher teaching English to them. Moreover, there are some problems faced by the teacher because most of the students are silent and chat with their friends during class activity in cycle I. The researcher suggests to the teacher, that the teacher must have control over the class during the teaching learning process to overcome that problem. In cycle II, the problem faced by the teacher is lower than cycle I because only a few the students who are silent and chat with their friends during class activity. The researcher suggests to the teacher, that the teacher must have a great motivation to make students more active. In cycle III, the teaching learning process can be run well and there is no problem faced by the teacher in this cycle. Ostensive Teaching can improve the speaking ability of the student, so it is suggested that the English teacher uses Ostensive Teaching as the alternative teaching technique to teach English for the students to improve students’ vocabulary. In application of Ostensive Teaching, it demands the students to be active in class activity, so it is suggested that the English teacher uses interesting clue and interesting media to the student when teaching learning process, so the students can be enjoy in study English.   ABSTRAKSI Shodiqin, Ahmad. 2012. Meningkatkan Penguasaan Kosakata Siswa Kelas dari Kelima SD 2 Kudus Kedungdowo pada Tahun Akademik 2011/2012 dengan Menggunakan Ostensive Teaching. Skripsi. Progam Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Pembimbing: (i) Dra. Sri Endang Kusmaryati, M.Pd (ii) Fajar Kartika, SS, M.Hum. Kata kunci: Kosakata, Ostensive Kosakata adalah salah satu elemen dari bahasa yang harus dipelajari dan diajarkan dengan akurat agar dapat memahaminya. Pegembangan kosakata adalah melanjutkan perkembangan kosakata mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa untuk terus menambahkan kata-kata baru pada kosa kata mereka melalui membaca, pekerjaan, dan kegiatan lainnya. Pada tingkat dasar materi bahasa Inggris hanya memperkenalkan dan menerjemahkan kata-kata dan benda yang ada di sekitar. Salah satu teknik terkenal yang digunakan untuk mengajar kepada anak-anak disebut Ostensive. Ostensive Teaching adalah menunjukkan hal-hal nyata di dalam kelas dengan menunjuk atau menunjukkan. Ini berarti bahwa dalam mengajar kosakata bahasa Inggris, guru dapat menunjukkan atau sekedar menunjuk dari objek di dalam kelas sebagai mediator kosakata untuk diingat. Banyak kosakata yang dipelajari anak-anak terdiri dari kata benda nyata. Memperkenalkan kata baru dengan menunjukkan benda nyata lebih membantu siswa menghafal kata-kata tersebut secara visualisasi. Tehnik ini juga dapat menggunakan gambar nyata, kata atau isi dari sebuah bagian yang dapat divisualisasikan. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pengulangan. Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas untuk memecahkan masalah penelitian. Penelitian dilakukan di SD 2 Kedungdowo-Kudus pada tahun akademik 2011/2012, khususnya di kelas lima SD 2 Kedungdowo. Jumlah siswa kelas lima adalah 28, yang terdiri dari 13 laki-laki dan 15 perempuan. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus dan setiap siklusnya memiliki instrumen, yaitu: observasi, tes, dan kuesioner. Disamping itu, peneliti juga menerapkan desain penelitian dalam setiap siklus sebagai berikut: perencanaan, observasi, analisis dan refleksi. Peneliti menggunakan benda-benda di perpustakaan sebagai materi di siklus pertama, untuk siklus kedua dan ketiga peneliti menggunakan materi cuaca dan musim. Persentase nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa pada siklus I adalah 63,18. Pada siklus II adalah 67,93%. Jadi, ada peningkatan persentase nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa antara siklus I dan siklus II sebesar 4,75%. Persentase nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa pada siklus III adalah 73,89%. Jadi, ada peningkatan persentase nilai rata-rata penguasaan kosakata siswa antara siklus II dan siklus III sebesar 5,96%. Dan ada peningkatan 10,71% antara siklus I dan III. Oleh karena itu, ada peningkatan penguasaan kosakata siswa dalam pengajaran dengan menggunakan Ostensive Teaching dalam setiap siklus. Dalam setiap siklus, terdapat peningkatan aktivitas siswa dalam pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan Ostensive Teaching. Pada siklus I, terdapat banyak siswa yang tidak cukup aktif dalam proses belajar mengajar. Hanya ada beberapa siswa yang memberikan respon kepada guru ketika guru berbicara, memberikan pertanyaan, dan memberikan perintah. Pada siklus II terdapat peningkatan jumlah siswa yang aktif ketika guru meminta siswa untuk mencari arti dari kamus dan menuliskanya di papan tulis meskipun masih ada beberapa siswa yang mengobrol dengan teman mereka. Pada siklus III, semua siswa aktif dalam kegiatan kelas meskipun ada beberapa siswa yang masih kurang merespon ketika pengajaran bahasa Inggris. Selain itu, terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh guru karena sebagian besar siswa hanya diam dan mengobrol dengan teman-teman mereka selama aktivitas di dalam kelas pada siklus I. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menyarankan kepada guru agar memiliki kontrol atas kelas selama proses belajar mengajar berlangsung. Pada siklus II, masalah yang dihadapi oleh guru lebih rendah dari siklus I karena hanya beberapa siswa yang diam dan mengobrol dengan teman-teman mereka selama kegiatan pembelajaran di kelas. Peneliti menyarankan kepada guru, bahwa guru harus dapat memberikan motivasi untuk membuat siswa lebih aktif. Pada siklus III, proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan tidak ada masalah yang dihadapi oleh guru pada siklus ini. Ostensive Teaching dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, sehingga disarankan agar guru bahasa Inggris menggunakan Ostensive Teaching sebagai teknik pengajaran alternatif untuk mengajar bahasa Inggris bagi para siswa untuk meningkatkan kosakata mereka. Dalam penerapan Ostensive Teaching tersebut menuntut siswa untuk aktif dalam kegiatan kelas, sehingga disarankan agar guru bahasa Inggris menggunakan petunjuk dan media yang menarik untuk siswa ketika proses pembelajaran, sehingga siswa dapat menikmati belajar bahasa Inggris.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: (i) Dra. Sri Endang Kusmaryati, M.Pd (ii) Fajar Kartika, SS, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Vocabulary, Ostensive
Subjects: Bahasa dan sastra > Bahasa Inggris
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Diana Diana
Tanggal Deposit: 02 Jul 2013 06:30
Last Modified: 02 Jul 2013 06:30
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1270

Actions (login required)

View Item View Item