“Mood and Speech Function in “Toy Story 3” Movie Script by Michael Ardnt”.

Noor Viana, , Tri (2013) “Mood and Speech Function in “Toy Story 3” Movie Script by Michael Ardnt”. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL BARU) - Accepted Version
Download (667kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (220kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (503kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (301kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (433kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (195kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (257kB) | Tinjau ulang
[img]
Tinjau ulang
PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Download (613kB) | Tinjau ulang

Abstrak

Noor Viana, Tri. 2013. “Mood and Speech Function in “Toy Story 3” Movie Script by Michael Ardnt”. Skripsi. English Education Department, Teacsher Training and Education Faculty, Muria Kudus University. Advisor: (i) Agung Dwi Nurcahyo, S.S, M.Pd., (ii) Drs. H. Muh. Syafei, M.Pd. Key word: Mood, Speech Function and Toy Story 3. To understand the structure and the meaning of the language in movie script, an appropriate way is needed. Then, functional grammar is the best way to analyze the movie script. One of the materials in Functional Grammar is about interpersonal meaning or it also called “Mood”. At the same time, if the readers want to analyze the spoken language especially movie scripts, they not only use mood analysis, but also we should consider about the speech functions. From the explanation above, the writer is interested to conduct the research that analyzes the movie script of “Toy Story 3” After formulating the statement of the problems, the writer describes the objective of the research are (1) To identify mood types found in “Toy Story 3” Movie Script by Michael Arndt and (2) To identify the speech functions found in “Toy Story 3” Movie Script by Michael Arndt. The design of this research is descriptive qualitative research. It describes types of mood and types of speech function found in “Toy Story 3” Movie script by Michael Arndt. The result of this research are (1) the types of mood found in “Toy Story 3” movie script by Michael Admrt are; indicative declarative which is 642 or 61.2%, indicative interrogative polar which is 65 or 6.2%, indicative interrogative WH which is 93 or 8.9% and imperative which is 249 or 23.7%. So, the dominant mood is indicative declarative and (2) the basic types of speech functions found in in “Toy Story 3” movie script by Michael Admrt are two; initiating (offers (169 or 16.11%), command (140 or 13.35%), statement (210 or 19.16%) and question (152 or 14.49%)) and responding which are supporting (acceptance (37 or 3.53%), compliance (32 or 3.05%), acknowledgement (44 or 4.19%) and answer (97 or 9.25%)) and confronting (rejection (40 or 3.81%), refusal (37 or 3.53%), contradiction (40 or 3.81%) and disclaimer (59 or 5.63%)). So, the dominant speech function is initiation statement. The writer provides several suggestions; (1) for the students: they are suggested to enrich their knowledge in functional grammar especially in mood analysis. They can analyze mood in many kinds of texts in their environments such as articles, novels, short stories or movie script in order to develop their understanding, (2) for the lecturers: they are suggested to use mood analysis to understand the content, context and interpersonal meaning in a movie, because movies are one of the popular media in teaching-learning processes and (3) for the further researchers: They are suggested to develop this research in other field or specify this research be more detail. ABSTRAKSI Noor Viana, Tri. 2013. "Mood dan Speech Function dalam Script Film "Toy Story 3" oleh Michael Ardnt". Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus. Penasihat: (i) Agung Dwi Nurcahyo, SS, M.Pd., (ii) Drs. H. Muh. Syafei, M.Pd. Kata kunci: Mood, Speech Function dan Toy Story 3. Untuk memahami struktur dan makna bahasa dalam naskah film, cara yang tepat diperlukan. Kemudian, tata bahasa fungsional adalah cara terbaik untuk menganalisis naskah film. Salah satu bahan dalam Grammar Fungsional adalah makna interpersonal atau juga disebut "Mood". Pada saat yang sama, jika pembaca ingin menganalisis bahasa lisan terutama skrip film, mereka tidak hanya menggunakan analisis mood, tetapi juga kita harus mempertimbangkan tentang speech function. Dari penjelasan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang menganalisis naskah film "Toy Story 3" Setelah merumuskan pernyataan masalah, penulis menggambarkan tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi jenis mood dalam Script Film "Toy Story 3" oleh Michael Arndt dan (2) Untuk mengidentifikasi speech function dalam Script Film "Toy Story 3 " oleh Michael Arndt. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Ini menggambarkan jenis mood dan jenis speech function dalam Script Film "Toy Story 3 " oleh Michael Arndt. Hasil dari penelitian ini adalah (1) jenis mood dalam Script Film "Toy Story 3 " oleh Michael Arndt adalah; yang deklaratif indikatif: 642 atau 61,2%, polar indikatif interogatif: 65 atau 6,2%, indikatif interogatif WH: 93 atau 8,9% dan imperative: 249 atau 23,7%. Jadi, jenis mood yang paling dominan adalah indikatif deklaratif dan (2) jenis dasar dari speech function di dalam Script Film "Toy Story 3 " oleh Michael Arndt ada dua; initiation (offer (169 atau 16.11%), command (140 atau 13,35% ), statement (210 atau 19,16%) dan Question (152 atau 14.49%)) dan respon yang mendukung (acceptance (37 atau 3,53%), complience (32 atau 3,05%), acknowledgment (44 atau 4,19%) dan answer ( 97 atau 9,25%)) dan yang menolak (rejection (40 atau 3,81%), refusal (37 atau 3,53%), contradiction (40 atau 3,81%), dan disclaimer (59 atau 5,63%)). Jadi, speech function yang dominan adalah statement. Penulis memberikan beberapa saran: (1) bagi siswa disarankan untuk memperkaya pengetahuan mereka dalam tata bahasa fungsional terutama dalam analisis mood. Mereka dapat menganalisis suasana dalam berbagai jenis teks dalam lingkungan mereka seperti artikel, novel, cerpen atau naskah film, (2) untuk dosen disarankan untuk menggunakan analisis mood untuk memahami isi, konteks dan interpersonal makna dalam film, karena film adalah salah satu media yang populer di proses belajar mengajar dan (3) untuk peneliti selanjutny disarankan untuk mengembangkan penelitian di bidang lain atau menentukan penelitian ini lebih detail

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: (i) Agung Dwi Nurcahyo, S.S, M.Pd., (ii) Drs. H. Muh. Syafei, M.Pd.
Uncontrolled Keywords: Mood, Speech Function and Toy Story 3.
Subjects: Bahasa dan sastra > Bahasa Inggris
Divisions: TIDAK DITENTUKAN
Depositing User: Diana Diana
Tanggal Deposit: 09 Jul 2013 02:23
Last Modified: 09 Jul 2013 02:23
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1344

Actions (login required)

View Item View Item