Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Pada Mata Pelajaran Ips Materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia Dan Perumusan Dasar Negara

Nurul Huda, Wafiq (2013) Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Pada Mata Pelajaran Ips Materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia Dan Perumusan Dasar Negara. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (867kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (312kB)
[img] PDF (BAB 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (624kB)
[img] PDF (BAB 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (674kB)
[img] PDF (BAB 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (782kB)
[img] PDF (BAB 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (452kB)
[img] PDF (BAB 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (232kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (327kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (8MB)

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Kurang antusias menyebabkan kurang optimalnya pembelajaran yang mengakibatkan hasil belajar rendah. Hal ini dikarenakan guru kurang variatif dalam menggunakan metode pembelajaran yaitu pada saat memberikan materi hanya berupa ceramah dan lebih menekankan pada hafalan, siswa menjadi pasif. Guru juga kurang maksimal dalam memanfaatkan media dan penggunaan alat peraga selama proses pembelajaran. Berawal dari inilah peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Make A Match yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. Model pembelajaran Cooperative Learning tipe Make A Match dipilih karena dapat mengatasi permasalahan yang terjadi. Selain itu, model ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan siswa maupun guru karena model ini adalah model yang mengembangkan sifat gotong-royong dengan berkelompok dan bekerja sama. Model ini juga menawarkan media yang sesuai untuk mata pelajaran IPS, yaitu media kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban untuk mengaktifkan siswa serta menumbukan semangat siswa. Dengan menerapkan model yang sudah dikenal maka tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena model pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran yang sudah dikuasai. Sehingga jika antusiame siswa dan kinerja guru sudah sesuai maka hasil belajar siswa akan meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas perencanaan tindakan (planning), tindakan dan pengamatan (acting & observing), serta refleksi (reflecting). Data yang diperoleh meliputi data hasil belajar, proses pembelajaran guru, dan aktivitas siswa. Penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD 1 Panjang Kecamatan Bae Kabupaten Kudus pada mata pelajaran IPS materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. Hal itu dibuktikan bahwa telah terjadi peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar yaitu dari Pra Siklus sebanyak 26 % dari 27 siswa tuntas belajar menjadi 59 % siswa yang tuntas belajar pada Siklus I, peningkatannya adalah sebesar 33 % dari Pra Siklus ke Siklus I. Namun karena siswa tuntas belajar belum mencapai 75 % maka berlanjut ke Siklus II. Pada Siklus II, 100 % atau 27 siswa semuanya tuntas belajar, terjadi peningkatan 41 % dari Siklus I ke Siklus II. Nilai siswa dari Pra Siklus hingga akhir Siklus yaitu Siklus II mengalami peningkatan ketuntasan belajar sebesar 74 %, yaitu dari 26 % siswa yang tuntas belajar menjadi 100 %, semuanya tuntas belajar. Selain itu, keterampilan guru juga meningkat. Pada Siklus I keterampilan guru nilanya 89 menjadi 96 kemudian semakin meningkat pada Siklus II yaitu 97,5 dan pada akirnya naik lagi pada pertemuan 2 menjadi 98 dengan kriteria baik sekali. Hal ini sangat berpengaruh pada aktivitas siswa. Aktivitas siswa pada Siklus I rata-rata skornya adalah 25,26 dan 29 kemudian meningkat pada Siklus II yaitu 33,78 dan pada pertemuan 2 menjadi 34,78 dengan kriteria sangat baik. Karena indikator keberhasilan penelitian ini adalah minimal 75 % siswa tuntas belajar dan pada Siklus II telah tercapai indikator tersebut bahkan melebihi yaitu 100 % siswa tuntas belajar, serta keterampilan guru dan aktivitas siswa dengan indikator minimal baik dan pada penelitian ini keterampilan guru baik sekali dan aktivitas siswa sangat baik maka penelitian ini dianggap berhasil. Peneliti menyarankan agar guru-guru sebaiknya menciptakan suasana pembelajaran IPS yang jauh dari kesan mendengarkan dan menghafal yang berujung pada kebosanan siswa. Salah satu yang dapat dijadikan pilihan dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan kreatif bagi siswa serta menghindari banyak ceramah dan hafalan adalah model pembelajaran Cooperative Learning tipe Make A Match.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing 1 :Dr. Murtono, M.Pd pembimbing 2 : Aisyah Nur Sayidatun Nisa', M.Pd
Uncontrolled Keywords: persiapan kemerdekaan Indonesia, perumusan dasar negara, make a match.
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: Ririn Mela Safitri
Tanggal Deposit: 14 Nov 2013 01:58
Last Modified: 14 Nov 2013 01:58
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/1750

Actions (login required)

View Item View Item