STUDI KASUS PENANGANAN SISWA YANG INTROVERT DENGAN MENGGUNAKAN KONSELING CLIENT CENTERED SISWA KELAS XI BUSANA BUTIK 2 SMK N 1 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Saputra, Beni (2013) STUDI KASUS PENANGANAN SISWA YANG INTROVERT DENGAN MENGGUNAKAN KONSELING CLIENT CENTERED SISWA KELAS XI BUSANA BUTIK 2 SMK N 1 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, FKIP UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman Sampul) - Accepted Version
Download (676kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (203kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (381kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (352kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (312kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (199kB)
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (176kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (140kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB)

Abstrak

Saputra, Beni. 2013. Studi Kasus Penanganan Siswa yang Introvert dengan menggunakan Client Centered SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muria Kudus. Dosen Pembimbing : 1. Drs. H. Sucipto, M.Pd., Kons, 2. Drs. Arista Kiswantoro. Kata Kunci : Sikap Inrovert Konseling Client Centered. Pada umumnya intovert adalah pribadi yang mengarah pada pengalaman subyektif, memusatkan diri pada dunia dalam dan privat, dimana realita hadir dalam bentuk hasil amatan, cenderung menyendiri, pendiam, tidak ramah dan anti sosial. Pada saat peneliti melakukan observasi di SMK N 1 Kudus, ditemukan fenomena anak yang sangat introvert. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya prilaku introvert siswa terhadap lingkungan sekolahnya. Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang diteliti dirumuskan : 1. Faktor – faktor apa sajakah yang menjadi penyebab siswa menjadi introvert dalam pergaulannya ? 2. Apakah model konseling Client Centered dapat merubah siswa introvert menjadi siswa yang ekstrovert pada siswa kelas XI Busana Butik 2 SMK N 1 Kudus? Tujuan penelitian: 1. Menemukan faktor – faktor penyebab anak menjadi introvert dalam pergaulannya pada siswa kelas XI Busana Butik 2 SMK N 1 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. 2. Mendeskripsikan standard model konseling Client Centered untuk mengatasi permasalahan yang menjadikan siswa menjadi introvert. Kegunaan peneliti ini yaitu: 1. Bagi siswa: membantu siswa dalam menemukan potensi dirinya, baik kekurangan maupun kelebihan yang selama ini tertutup oleh sikap introvertnya, agar menjadi siswa yang aktif, tidak menutup diri dan mau mengeksploitasi petensi pada dirinya. 2. Guru pembimbing: agar lebih aktif dalam memberikan informasi tentang siswa yang bermasalah dan bekerja dalam menangani siswa yang mempunyai sikap introvert. Penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian tiga siswa yang mempunyai sikap introvert, yaitu BL, AM, KR. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, observasi, dan kunjungan rumah. Pembahasan faktor- fakor penyebab siswa mempunyai sikap introvert sebagai berikut: Klien 1 (BL) keadaan ekonomi keluarga yang enurun derastis membuatnya belum siap menerima kenyataan hidup dan lebih memilih berdiam dan menutup diri. Klien 2 (AM) pertengkaran yang sering terjadi antara kedua orangtuanya berimbas pada sikapnya di lingkungan lain yang lebig memilih bersikap diam saja. Klien 3 (KR) keadaan lingkungan pergaulan yang serba ada membuatnya minder dalam pergaulannya yang menyebabkan dia bersikap introvert. Berdasarkan permasalahan yang dialami ketiga klien peneliti melalui pendekatan client centered dengan berkolaborasi dengan beberapa teknik yang diambil dari model konseling lainnya yaitu menggunakan teknik asertif yang di ambil dari model konseling behavioristik, teknik konfrontasi yang diambil dari Rasional-Emotif therapy dan juga teknik reversal yang diambil dari model konseling gestalt. Tetapi dalam penerapan prosesnya tetap menggunakan model konseling client centered. Dimana dalam prosesnya klien tetap menjadi pusat dan diberi kebebasan dalam menyelesaikan dan mengambil keputusan terkait sikap yang introvert untuk merubah menjadi lebih aktif dan terbuka. Berdasarkan kesimpulan diatas peneliti memberikan saran Kepada: 1). Kepala sekolah perlu memberikan perhatian khusus untuk anak yang introvert 2). Konselor slalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya mereka yang mempunyai sikap introvert. 3). Wali kelas hendaknya lebih peka terhadap siswa yang bersikap introvert. 4). Siswa diharapkan bisa menyadari betapa pentingnya menjadi pribadi yang aktif buat kehidupannya. 5). Orangtua hendaknya selalu memperhatikan siswa yang bersikap introvert.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Nama : Drs. H. Sucipto, M.Pd, Kons
Uncontrolled Keywords: bimbingan dan konseling
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 17 Feb 2014 02:56
Last Modified: 17 Feb 2014 02:56
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2074

Actions (login required)

View Item View Item