UPAYA MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI TES MELALUI KONSELING RATIONAL EMOTIF THERAPY PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Wulandari, Nalinda (2013) UPAYA MENGATASI KECEMASAN MENGHADAPI TES MELALUI KONSELING RATIONAL EMOTIF THERAPY PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, FKIP UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman Sampul) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (83kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (297kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (148kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (292kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (71kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (25kB) | Tinjau ulang

Abstrak

Wulandari Nalinda, 2013. Upaya Mengatasi Kecemasan Menghadapi Tes melalui Konseling Rational Emotive Therapy pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Bimbingan dan Konselig. Universitas Muria Kudus. Dosen pembimbing: (i) Dra. Sumarwiyah, M.Pd. Kons. (ii) Drs. Masturi, MM. Kata Kunci: Rational Emotive Therapy, Kecemasan menghadapi tes. Seseorang yang mengalami kecemasan seringkali tidak dapat menyebutkan penyebabnya dengan jelas, yang akhirnya akan menyebabkan seseorang mengalami pandangan subjektif terhadap perasaan dan peristiwa yang dialami. Apabila kecemasan muncul terus menerus, maka akan berpengaruh buruk terhadap aktivitasnya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan Konseling Rational Emotif sebagai salah satu alternatif untuk memberikan bantuan pada siswa untuk mengatasi kecemasan siswa dalam mengerjakan tes. Rumusan permasalahan: 1. Faktor apa sajakah yang menyebabkan siswa mengalami kecemasan menghadapi tes di SMP Negeri 1 Bae Kudus. 2. Apakah penerapan model konseling RET efektif untuk mengatasi siswa mengalami kecemasan menghadapi tes di SMP Negeri 1 Bae Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Menemukan faktor-faktor penyebab kecemasan siswa menghadapi tes di SMP Negeri 1 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. 2. Mengetahui keefektifan melalui penerapan konseling RET untuk membantu mengatasi kecemasan menghadapi tes di SMP Negeri 1 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Kegunaan teoritis: dapat menambah wawasan bagi para konselor, guru atau pihak yang terkait tentang peranan model konseling RETdalam menangani siswa yang mengalami kecemasan dalam menghadapi tes. Kegunaan praktis dalam penelitian ini adalah 1. Bagi Kepala Sekolah: Memberikan fasilitas kepada guru pembimbing untuk pemberian layanan bimbingan dan konseling bagi siswa yang menghadapi tes. 2. Bagi Konselor: Sebagai masukan dalam memberikan layanan bimbingan konseling bagi siswa khususnya layanan konseling perorangan. 3. Bagi Siswa: Kecemasan yang dialami oleh siswa dapat diatasi sehingga siswa lebih siap dalam menghadapi tes. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif studi kasus, subjek penelitian yaitu siswa yang memiliki kecemasan dalam menghadapi tes pada kelas VII di SMP 1 Bae. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Observasi, metode Interview dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan faktor penyebab kecemasan siswa dalam menghadapi tes antara lain: klien I TY: 1. Prestasi belajar rendah, 2. Kelas sosial, 3. Rayuan teman untuk bermain. Perubahan pada Klien TY memiliki pola pemikiran yang lebih dewasa dalam bertindak, ini ditunjukan dengan klien tidak lagi terbujuk dengan rayuan teman untuk bermain dan klien lebih bisa mengatur waktu untuk belajar agar prestasi belajarnya lebih baik. Klien II TW: 1. Tidak adanya kemauan dalam dirinya untuk belajar, 2. Lebih menyukai pelajaran non akademik (olahraga) 3. Kurang perhatian dari orang tua. Perubahan klien II klien menyadari kalau tidak ada keinginan belajar dalam dirinya maka klien akan mendapatkan prestasi belajar yang rendah dan dari pihak orang tua mulai sekarng lebih memperhatikan TW untuk belajar dan orang tua lebih memperketat jadwal untuk belajar. Disamping itu juga sikap yang seperti itu berdampak tidak baik buat masa depannya. 3. Klien III IC: 1. Kurang percaya diri, 2. Emosional, 3. Takut kepada pengawas tes. Perubahan klien III IC kecemasan dalam menghadapi tes berangsur berkurang, karena klien sudah bisa meyakinkan dirinya bahwa ia itu mampu dan bahkan terkadang lebih baik dari temannya. Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut: 1. Kepala sekolah perlu menciptakan situasi sekolah yang nyaman dan kondusif bagi siswa, baik secara sosial, fisik maupun akademik. 2. Guru BK diharapkan selalu memperhatikan perkembangan siswa 3. Siswa Memberikan solusi dari masalah yang dihadapi siswa supaya kedepannya siswa dapat mengerjakan tes tanpa adanya rasa kecemasan dalam dirinya.  

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Nama : Dra. Sumarwiyah, M.Pd. Kons
Uncontrolled Keywords: bimbingan dan konseling
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 17 Feb 2014 06:54
Last Modified: 17 Feb 2014 06:54
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2098

Actions (login required)

View Item View Item