MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI PROSES BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS VII A SMP 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Pangestuti, Diah (2013) MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MENGIKUTI PROSES BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA KELAS VII A SMP 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi Sarjana thesis, FKIP UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman sampul) - Accepted Version
Download (882kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (226kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (354kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (293kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (363kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (226kB)
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (163kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (122kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (7MB)

Abstrak

Pangestuti, Diah. 2013. Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Mengikuti Proses Belajar Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VII A SMP 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Bimbingan Konseling. Universitas Muria Kudus. Pembimbing: (I) Drs. Sukiman, M.Pd, (II) Drs. Sucipto, M.Pd.,Kons. Kata Kunci: Keaktifan siswa, Bimbingan Kelompok. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya hasil observasi dan wawancara pada tanggal 20 Juli 2013 oleh wali kelas VII A yaitu siswa saat di dalam kelas menunjukkan sikap pendiam, siswa belum bisa mengungkapkan pendapatnya, tidak terlalu aktif dalam proses kegiatan belajar-mengajar, jika diberi pertanyaan oleh guru sering tidak bisa menjawab atau tidak pernah mencoba menyelesaikan soal dari guru dan siswa belum bisa memahami suatu materi pelajaran dengan baik karena siswa tidak mau bertanya apabila mengalami kesulitan dalam memahami suatu materi pelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan keaktifan siswa saat mengikuti proses belajar pada siswa kelas VII A SMP 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian: 1). Mendeskripsikan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar melalui layanan bimbingan kelompok dapat meningkat. 2). Diperoleh peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar siswa kelas VII A SMP 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014 dengan layanan bimbingan kelompok. Kegunaan penelitian: 1) Kegunaan teoritis dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pemanfaatan bimbingan kelompok dalam meningkatkan keaktifan siswa saat proses belajar didalam kelas. 2) Kegunaan praktis dari penelitian ini terdiri: a). Bagi siswa, Penelitian ini bagi siswa diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam bidang mengenai bimbingan kelompok. b). Bagi konselor, diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru untuk dapat memahami karakteristik siswa serta menciptakan suasana efektif dan kondusif di kelas. c). Bagi kepala sekolah, memperoleh masukan serta informasi sebagai kebijakan tentang keaktifan siswa saat proses belajar melalui bimbingan kelompok pada siswa. Ruang lingkup penelitian: Meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VII A SMP 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014, penulis memfokuskan pada keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah ada peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VII A SMP 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Setting penelitian: SMP 2 Bae Kudus. Subyek yang diteliti: 8 siswa kelas VII A SMP N 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Variabel penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok sebagai variabel bebas dan keaktifan saat mengikuti proses belajar sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode wawancara. Hasil Penelitian: Pada siklus I yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan skor 107 dengan rata-rata 13,3 yang menunjukkan kategori cukup. Hal ini ditunjukkan pada peningkatan skor pada masing-masing siswa, bahwa semua siswa masuk dalam kategori cukup dengan 2 siswa yang mempunyai prosentase di bawah 50% dan 6 siswa mempunyai di atas 50%. Pada siklus II yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan skor 131 dengan rata-rata 16,3 yang menunjukkan kategori baik. Hasil tersebut ditunjukkan pada 1 siswa yang masuk dalam kategori sangat baik, 3 siswa dalam kategori cukup dan 4 siswa dalam kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan keaktifan siswa saat mengikuti proses belajar pada siswa kelas VII A SMP N 2 Bae Kudus tahun pelajaran 2013/2014. Simpulan berdasarkan hasil dan pembahasan dapat dianalisis: Pada siklus I yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan skor 107 menunjukkan kategori cukup. Hal ini ditunjukkan pada peningkatan skor pada masing-masing siswa, bahwa semua siswa masuk dalam kategori cukup dengan 2 siswa yang mempunyai prosentase di bawah 50% dan 6 siswa mempunyai di atas 50%. Pada siklus II yang dilakukan oleh peneliti mendapatkan skor 131 yang menunjukkan kategori baik. Hasil tersebut ditunjukkan pada 1 siswa yang masuk dalam kategori sangat baik, 3 siswa dalam kategori cukup dan 4 siswa dalam kategori baik. Saran dari penelitian ini adalah 1). Bagi Siswa: Para siswa hendaknya dapat lebih baik lagi dalam memanfaatkan waktu sehingga dapat lebih aktif dalam mengikuti proses belajar.2). Bagi Orang Tua: Para orang tua diharapkan dapat ikut berperan dengan memberikan motivasi terhadap anak. 3). Bagi Guru BK: Mengupayakan secara lebih maksimal untuk memberikan layanan bimbingan konseling. 4). Bagi Guru Bidang Studi: Dapat mengenali siswa secara baik yang kurang dalam aktif belajar sehingga dapat mengatasi atau menindaklanjuti secara cepat. 5). Bagi Peneliti Berikutnya: Mampu menjadi pengalaman yang dapat diaplikasikan dan dapat diperbaiki saat melakukan penelitian di sekolah. 6). Bagi Kepala Sekolah: Dapat menciptakan sebuah kebijakan yang baik untuk siswa khususnya dan untuk personil sekolah.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Nama : Dr. Sukiman, M.Pd
Uncontrolled Keywords: bimbingan dan konseling
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 19 Feb 2014 03:18
Last Modified: 19 Feb 2014 03:18
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2134

Actions (login required)

View Item View Item