UPAYA MENINGKATKAN AKHLAK MULIA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI TKR 01SMK MUHAMMADIYAH KUDUSTAHUN PELAJARAN 2012/ 2013

Septiyani, Desy (2013) UPAYA MENINGKATKAN AKHLAK MULIA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XI TKR 01SMK MUHAMMADIYAH KUDUSTAHUN PELAJARAN 2012/ 2013. Skripsi Sarjana thesis, FKIP UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman Sampul) - Accepted Version
Download (925kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (115kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (235kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (199kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (536kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (164kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (151kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (7MB)

Abstrak

Desy Septiyani, 200931028, “Upaya Meningkatkan Akhlak Mulia Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas XI TKR 01 SMK Muhammadiyah Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013”.Skripsi program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Muria Kudus, Dosen Pembimbing I Dra. Sumarwiyah, M.Pd. Kons., Dosen Pembimbing II Drs. Arista Kiswantoro. Kata Kunci: Akhlak Mulia: Layanan Bimbingan Kelompok. Penelitian ini dilatar belakangi masih ada sebagian siswa kelas XI TKR 01 SMK Muhammadiyah mempunyai akhlak yang kurang baik seperti, kurangnya kejujuran pada diri siswa, kurang menghormati guru, dan kurang santun saat bicara terhadap guru. Permasalahan yang akan diteliti: seberapa besar peningkatkan akhlak mulia siswa kelas XI TKR 01 SMK Muhammadiyah Kudus tahun pelajaran 2012/2013. Kegunaan penelitian ini adalah: 1. Kegunaan Teoritik: Sebagai sumber pengetahuan dan pemikiran khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling dan sebagai bahan acuan penelitian yang lebih lanjut. 2. Kegunaan Praktis: 1) Menetapkan kebijakan untuk meningkatkan akhlak mulia siswa baik secara individu maupun kelompok dalam aspek apapun. 2) Memberika alternative dalam mengarahkan peserta didik untuk menanamkan dan memberikan contoh akhlak mulia saat proses pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. 3) Dijadikan sebagai acuan bagi peserta didik tentang pentingnya akhlak mulia terutama dalam proses pembelajaran. 4) Dapat menambah pengetahuan dan menggunakan layanan bimbingan kelompok sebagai acuan dalam mengatasi masalah yang lain. Hipotesis Penelitian ini adalah: “Layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan akhlak mulia pada siswa kelas XI TKR 01 SMK Muhammadiyah Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013”. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 01, sebanyak 8 siswa yang mempunyai akhlak yang kurang baik berdasarkan wawancara dan observasi. Variabel penelitian: Bimbingan Kelompok (Variabel Bebas) dan akhlak mulia (Variabel Terikat). Metode pengumpulan data metode pokok observasi, metode pendukung yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Penelitian ini dilakukan 2 siklus (siklus I dan Siklus II) setiap siklus 3 kali pertemuan membahas 3 materi dengan alokasi waktu 45 menit. Berdasarkan hasil observasi sebelum tindakan bimbingan kelompok akhlak siswa kurang baik dan masuk dalam kategori kurang dengan skor rata-rata 10,1. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok pada siklus I, akhlak mulia siswa meningkat menjadi kategori cukup dengan skor rata-rata 19,7. Sedangkan pada siklus II terus meningkat menjadi kategori sangat baik dengan skor rata-rata 32,5. Hal ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan akhlak mulia pada siswa kelas XI TKR 01 SMK Muhammadiyah. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan akhlak mulia pada siswa kelas XI TKR 01 SMK Muhammadiyah. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima dan teruji kebenarannya. Melihat temuan dilapangan, peneliti memberikan saran kepada: 1. Kepala Sekolah hendaknya memberikan prasarana atau fasilitas yang menunjang agar program BK dapat berjalan dengan baik. 2. Konselor dapat memprogramkan layanan bimbingan kelompok untuk membentuk akhlak siswa menjadi akhlak yang mulia dan mengubah akhlak siswa yang kurang baik menjadi baik. 3. Siswa lebih aktif memanfaatkan dengan adanya layanan bimbingan kelompok dapat mengembangkan kemampuan dirinya ataupun dalam memecahkan persoalan dan permasalahan yang dialami oleh siswa sehingga dapat mengubah atau mengembangkan sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik. .

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Nama : Sumarwiyah, M.Pd. Kons
Uncontrolled Keywords: bimbingan dan konseling
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 25 Feb 2014 03:57
Last Modified: 25 Feb 2014 03:57
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2192

Actions (login required)

View Item View Item