STUDI KASUS PENERAPAN MODEL KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENANGANI KEBIASAAN MEROKOK SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NALUMSARI JEPARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Wakhidah, Farida Azza (2013) STUDI KASUS PENERAPAN MODEL KONSELING BEHAVIORISTIK UNTUK MENANGANI KEBIASAAN MEROKOK SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NALUMSARI JEPARA TAHUN PELAJARAN 2012/2013. Skripsi Sarjana thesis, FKIP UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman Sampul) - Accepted Version
Download (390kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (76kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (161kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (98kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (128kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (33kB)
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (24kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (59kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB)

Abstrak

Wakhidah, Farida Azza. 2013. “Studi Kasus Penerapan Model Konseling Behavioristik Untuk Menangani Kebiasaan Merokok Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 Nalumsari Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013”. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling, Dosen Pembimbing I Drs. Sabar Rutoto, M.Pd., Dosen Pembimbing II Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd. Kata Kunci : Model Konseling Behavioristik dan Kebiasaan Merokok Siswa Kebiasaan merokok dikalangan remaja sangat memprihatinkan, setiap saat kita pasti menjumpai seseorang yang merokok baik itu seorang pelajar dan dilakukan didalam maupun diluar lingkup sekolah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan konselor siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Nalumsari Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013, diperoleh fenomena atau gejala yang kurang baik pada siswa-siswa tersebut, yaitu terdapat siswa yang mempunyai kebiasaan merokok di dalam maupun diluar lingkungan sekolah baik pada saat istirahat atau pulang sekolah. Kegunaan penelitian bagi : Siswa: siswa yang merokok dapat berangsur-angsur mengurangi intensitas merokoknya hingga meninggalkan kebiasaan merokok, bahwa merokok itu tidak baik untuk kesehatan, siswa tersebut dapat kembali berkonsentrasi belajar dengan baik dan senantiasa berfikir positif. Konselor: memperoleh alternatif pemecahan masalah siswa dengan penerapan model konseling behavioristik dalam mengatasi masalah kebiasaan merokok siswa. Kepala Sekolah: dapat menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, serta dalam memperhatikan setiap perkembangan peserta didik. Ruang lingkup penelitian ini di kelas X-1 SMA Negeri 1 Nalumsari Jepara. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan subjek 2 (dua) siswa yaitu FR dan UM yang kebiasaannya merokok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa sikap egois disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: Kasus klien I (FR) adalah : merokok karena terpengaruh ajakan teman dan lingkungan sekitar. Klien II (UM) adalah : merokok karena sering melihat kebiasaan ayahnya yang merokok, merasa keren atau macho ketika merokok di depan teman-temannya, juga kurangnya perhatian orang tua. Hasil penelitian tersebut disimpulkan faktor yang menyebabkan siswa sering merokok. Klien I (FR) Memiliki kebiasaan merokok dikarenakan FR salah didalam memilih teman atau teman bergaul. Pengaruh layanan konseling behavior tersebut dapat kita lihat dari hasil akhir konselling yaitu siswa yang sering merokok saat istirahat atau pulang sekolah, baik di dalam maupun diluar lingkungan sekolah, setelah mendapatkan konseling berubah dan tidak merokok lagi, serta dapat menolak ajakan teman. Klien II (UM) memiliki kebiasaan merokok disebabkan faktor dari orang tua yang perokok juga. Layanan konseling behavior tersebut dapat kita lihat dari hasil konseling yaitu konseli yang dulunya sering merokok, setelah mendapatkan layanan konseling konseli menjadi berhenti dan tidak merokok lagi dan berusaha mengurangi rokoknya. Berdasarkan penemuan penelitian, saran yang diajukan: Kepala sekolah : perlu diadakannya pertemuan secara periodik dengan guru kelas dan guru mata pelajaran untuk membahas permasalahan yang muncul pada diri siswa. Konselor Sekolah : dengan adanya guru konselor sekolah dapat membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahannya dengan menggunakan pendekatan behavioristik. Wali kelas : selalu memantau perkembangan siswa, baik perkembangan akademik maupun perkembangan tingkah lakunya dengan memperhatikan nilai-nilai ulangan atau tugas dan mengamati perilaku siswa secara langsung maupun tidak langsung. Siswa: siswa diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara berperilaku yang positif, dan selalu mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing : Drs. Sabar Rutoto, M.Pd
Uncontrolled Keywords: bimbingan dan konseling
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 28 Feb 2014 01:46
Last Modified: 28 Feb 2014 01:46
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2248

Actions (login required)

View Item View Item