TINJAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP MALPRAKTEK KEDOKTERAN

Wahab, Abdul (2013) TINJAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP MALPRAKTEK KEDOKTERAN. Skripsi Sarjana thesis, Fakultas Hukum.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Halaman Sampul) - Accepted Version
Download (220kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (168kB)
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (232kB)
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (110kB)
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (324kB)
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (149kB)
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (150kB) | Tinjau ulang

Abstrak

Skripsi dengan judul “ TINJAUAN HUKUM PIDANA TERHADAP MALPRAKTEK KEDOKTERAN ” Yang menjadi tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut Untuk mengetahui bagaimana malpraktek kedokteran diatur dalam hukum positif Indonesia, untuk mengetahui aspek-aspek hukum apa yang ada dalam malpraktek kedokteran, untuk mengetahui penyelesaian perkara tindak pidana malpraktek di pengadilan,. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, Metode pengumpulan data terdiri dari studi kepustakaan, pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan penggunaan daftar pertanyaan (kuisioner). Data dianalisis secara normatif-kualitatif dengan jalan menafsirkan dan mengkonstruksikan pernyataan yang terdapat dalam dokumen dan perundang-undangan. Normatif karena penelitian ini bertitik tolak dari peraturan-peraturan yang ada sebagai norma hukum positif, sedangkan kualitatif berarti analisis data yang bertitik tolak pada usaha penemuan. Kasus malpraktek merupakan kasus yang menarik yang sering dialami masyarakat, dan sekaligus merupakan manifestasi kesadaran masyarakat mulai meningkat, sehingga pengaduan malpraktek baik yang dilakukan oleh dokter atau perawat sering terjadi. Di Indonesia, Undang-Undang yang berkaitan dengan tindak pidana malpraktek kedokteran antara lain diatur dalam KUH Pidana, KUH Perdata, Undang-Undang Kesehatan, dan peraturan lainnya yang berhubungan dengan hukum kesehatan. Adalah sebagai kontrol tidak sekedar bersifat imperatif bersumber norma dari atas kebawah, melainkan juga bersifat persuatif yang penerapannya disesuaikan dengan perkembangan ilmu hukum dan ilmu kedokteran. Sulitnya untuk menjerat pelaku malpraktek seperti apa yang diharapkan korban, karena kesulitan-kesulitan dalam upaya pembuktian di sidang pengadilan, dalam menentukan perbuatan profesional (dokter/perawat kesehatan) sudah sesuai standar profesi medis atau belum. Penentuan sesuai tidaknya biasanya yang mengetahui adalah profesional itu sendiri. Hakim atau penyidik kurang mengerti ilmu kedokteran sehingga hal ini akan menyulitkan bagi hakim dalam menentukan benar tidaknya tindakan yang telah diberikan oleh profesional terhadap pasiennya yang mengakibatkan meninggal. Sedang saksi yang di datangkan atau yang dimintai keterangan adalah dokter yang sekaligus pimpinan dari pelaku malpraktek, sehingga ada kesan menutup-nutupi kebenaran, saksi dari korban sama sekali tidak mengetahui tentang pengobatan. Kata Kunci : Tinjauan Hukum Pidana, Malpraktek Kedokteran

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing : Sumono, S.H. MH
Uncontrolled Keywords: hukum
Subjects: Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: Mr Firman Al Mubaroq
Tanggal Deposit: 03 Mar 2014 03:42
Last Modified: 03 Mar 2014 03:42
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/2314

Actions (login required)

View Item View Item