ANALISA PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP VOLUME DAN TEMPERATUR HASIL DESTILASI ETHANOL DARI BAHAN BAKU TETES TEBU

SATRIAWAN, PRASETYO (2014) ANALISA PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP VOLUME DAN TEMPERATUR HASIL DESTILASI ETHANOL DARI BAHAN BAKU TETES TEBU. Tugas Akhir Diploma thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (402kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (198kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (346kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (25kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (149kB) | Tinjau ulang

Abstrak

Pada umumnya sebagai media untuk produksi alkohol secara komersial pada industri fermentasi alkohol di Indonesia dipakai tetes (Molase) yang bisa didapatkan secara luas dan murah. Dalam bidang kimia, alkohol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apapun yang memiliki gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan atau atom karbon lainnya. Etanol dapat diproduksi dengan cara fermentasi bahan mentah mono/disakarida (gula tebu, tetes tebu), bahan berpati (jagung, padi, umbi), dan bahan berselulosa (kayu, limbah pertanian). Dengan potensi yang sangat besar sebagai negara agraris, pengembangan etanol secara fermentasi di Indonesia sangat mungkin dilakukan. Bahan baku yang sudah difermentasi kemudian dipanaskan menggunakan mesin destilator untuk menghasilkan ethanol murni. Lama proses fermentasi akan mempengaruhi temperatur keluaran ethanol dan volume yang dihasilkan pada proses destilasi berlangsung. Sehingga perlu dilakukan analisa lama fermetasi untuk mengetahui lama waktu yang tepat saat proses fermetasi berlangsung. Pada pengujian tetes tebu menggunakan komposisi : NPK, urea dan ragi roti. Dengan komposisi yang sama fermentasi dilakukan selama 26, 36, dan 46 jam. Masing – masiing dilakukan 3 kali pengujian. Setelah dilakukan penyulingan pada mesin destilator didapatkan data sebagai berikut : 26 jam = 1,15 liter dengan temperatur 72,30 C; 36 jam = 3,7 liter dengan temperatur 680 C dan 46 jam = 3,7 liter dengan temperatur 3,7 0 C. Sehingga dapat ditarik kesimpulan pada waktu 36 dan 46 jam hasil yang didapatkan sama, jadi waktu yang terbaik untuk lama fermentasi tetes tebu adalah 36 jam, untuk efisiensi waktu

Tipe dokumen: Skripsi (Tugas Akhir Diploma)
Uncontrolled Keywords: penyulingan, fermentasi, tetes tebu
Subjects: Teknologi > Teknik mesin dan mekanik
Divisions: Fakultas Teknik > D3 Teknik Mesin
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 16 May 2014 04:42
Last Modified: 16 May 2014 04:42
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3003

Actions (login required)

View Item View Item