PENERAPAN KONSELING GESTALT DENGAN TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN SISWA DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT

MANDASARI, FEBRI (2014) PENERAPAN KONSELING GESTALT DENGAN TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN SISWA DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (528kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (82kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (256kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (130kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (281kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (108kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (42kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (37kB) | Tinjau ulang
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus dijumpai siswa yang masih belum percaya diri dalam berpendapat, masih banyak siswa yang terbata-bata dalam berpendapat, sering lupa dengan bahan pembicaraan di tengah-tengah berpendapat dan masih ada rasa malu dalam diri siswa untuk berpendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat di kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. 2. Apakah Konseling Gestalt dengan Teknik Kursi Kosong dapat meningkatkan keberanian siswa dalam berpendapat pada siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Menemukan faktor penyebab ketidakberanian siswa dalam menyampaikan pendapat pada siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus tahun Pelajaran 2013/2014. 2. Penerapan Konseling gestalt dengan teknik kursi kosong untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menyampiakan pendapat pada siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Mambaul Falah Tahun Pelajaran 2013/2014. Kegunaan penelitian dalam penelitian ini antara lain: 1. Kegunaan teoritis: Diperoleh kontribusi teori kursi kosong dalam menangani siswa yang memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat dan menambah khasanah ilmu pengetahuan dan menambah wawasan Konselor sekolah untuk mengatasi perilaku siswa menggunakan teknik kursi kosong. 2. Kegunaan praktis: Bagi kepala sekolah dapat menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta dalam memperhatikan setiap perkembangan peserta didik. Bagi guru pembimbing, memberikan masukan tentang penerapan teknik kursi kosong untuk membantu peserta didik yang memiliki ketakutan dalam menyampaikan pendapat di SMK Mambaul Falah Piji Dawe Kudus. Psikoterapi Gestalt menitikberatkan pada semua yang timbul pada saat ini. Pendekatan ini tidak memperhatikan masa lampau dan juga tidak memperhatikan yang akan datang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik permainan dialog, pembalikan dan berkeliling dalam teknik kursi kosong yang digunakan dalam meningkatkan keberanian siswa dalam berpendapat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, subjek dalam penelitian yaitu tiga siswa yang memiliki permasalahan dalam menyampaikan pendapat. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain: wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis induktif, dan cara menganalisa data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menginterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan faktor-faktor permasalahan dalam menyampaikan pendapat yang dialami oleh masing-masing klien antara lain: 1. Klien MAP; takut berbicara dengan orangtua (Intern) dan ketidak mampuan dalam menyusun kalimat (Ekstern). Setelah diadakan konseling dengan menggunakan teknik kursi kosong dengan permainan dialog kondisi klien menjadi lebih baik, klien sudah mulai bisa berpendapat di depan orangtuanya tanpa ada rasa takut yang berlebihan, serta klien sudah bisa menyusun kalimat yang baik dalam upaya berpendapat dengan orangtuanya. 2. Klien HYR; pribadi klien yang tertutup (Intern) dan malu dengan kondisi keluarga (Ekstern). Setelah dilaksanakan konseling, keadaan klien menjadi lebih baik, klien tidak lagi merasa minder dengan keadaan keluargannya. Klien tidak lagi menghiraukan keadaan keluarganya dalam pergaulannya, klien tetap percaya diri dan menganggap dirinya sama dengan teman yang lain. 3. Klien YP; jarang berkomunikasi dengan orangtua (Intern) dan kurang mengetahui situasi dalam berkomunikasi (Ekstern). Setelah dilakukan konseling keadaan klien semakin membaik, klien menjadi bisa menjalin komunikasi yang baik dengan kedua orangtuanya, yaitu komunikasi yang berlangsung secara dua arah, klien mampu mengajak orangtua untuk berdiskusi mengenai keinginan klien selama ini yaitu keinginan untuk tidak dijodohkan, karena klien menginginkan untuk mengejar cita-citanya. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan di atas, maka peneliti menyampaikan saran sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah: Penelitian ini menunjukkan bahwa layanan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong sangat membantu siswa dalam meningkatkan keberanian siswa dalam berpendapat. Dengan adanya dampak positif dari layanan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong ini diharapkan kepala sekolah dapat mendukung adanya konseling gestalt dengan teknik kursi kosong ini. 2. Konselor: Diharapkan guru pembimbing dapat memaksimalkan layanan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong dan konseling di sekolah, terutama layanan konseling gestalt. Agar pelayanan bimbingan dan konseling dapat membantu meningkatkan keberanian siswa dalam berpendapat melalui layanan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong. 3. Wali Kelas: Wali kelas sebaiknya bisa menggunakan hasil penemuan peneliti tentang rendahnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat sehingga wali kelas lebih memperhatikan dan mengenali permasalahan-permasalahan siswa secara lebih mendalam.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Gestalt, Kursi Kosong dan Menyampaikan Pendapat.
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Unnamed user with username librarianumk1
Tanggal Deposit: 30 Sep 2014 03:24
Last Modified: 02 Oct 2014 05:03
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3301

Actions (login required)

View Item View Item