PENERAPAN PENDEKATAN GESTALT DENGAN TEKNIK EMPTY CHAIR UNTUK MEMBANTU ANAK MEMBANGUN POLA KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA PADA SISWA KELAS XI SMK TAMANSISWA KUDUS 2013/2014

sari, ela mariyana (2014) PENERAPAN PENDEKATAN GESTALT DENGAN TEKNIK EMPTY CHAIR UNTUK MEMBANTU ANAK MEMBANGUN POLA KOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA PADA SISWA KELAS XI SMK TAMANSISWA KUDUS 2013/2014. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HALAMAN JUDUL) - Accepted Version
Download (730kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (279kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (458kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (286kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (407kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (284kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (206kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (200kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (6MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Penelitian ini di latar belakangi beberapa siswa di SMK Tamansiswa Kudus yang memiliki pola komunikasi yang kurang baik dengan orang tuanya. Menurut pengakuan guru BK, ada 3 siswa yang mengeluh kepada guru BK bahwa orang tuanya dengan dirinya memiliki komunikasi yang kurang lancar. Ketiga klien tersebut adalah MAG, LA dan LH. Hasil observasi di kelas terhadap MAG, LA dan LH diperoleh bahwa ketiga siswa tersebut seirng melamun di kelas, sering tidak konsentrasi saat mengikuti pelajaran dan terkadang kurang bergairah dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. Rumusan masalah dalsm penelitian ini adalah Apakah faktor – faktor yang menyebabkan pola komunikasi rendah pada siswa kelas XI SMK Tamansiswa Kudus Tahun Ajaran 2013/ 2014? Bagaimana Penerapan Pendekatan Gestalt dengan Teknik Empty Chair untuk Membantu Anak Membangun Pola Komunikasi dengan Orang Tua pada Siswa Kelas XI SMK Tamansiswa Kudus Tahun Ajaran 2013/ 2014?. Tujuan penelitian ini adalah menemukan faktor – faktor penyebab pola komunikasi rendah pada siswa kelas XI SMK Tamansiswa Kudus dan membantu membangun Pola Komunikasi dengan Orang Tua melalui penerapan pendekatan Gestalt dengan teknik empty chair pada Siswa Kelas XI SMK Tamansiswa Kudus Tahun Ajaran 2013/ 2014. Variabel dalam penelitian ini mencakup 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah membantu anak dalam membangun pola komunikasi dengan orangtua, sedangkan variabel terikatnya adalah konseling individu dengan pendekatan gestalt dengan teknik empty chair. Studi kasus dalam penelitian ini dilakukan secara terperinci dan mendalam terhadap suatu gejala tertentu meliputi: identifikasi kasus, analisis masalah, diagnosis, prognosis, bantuan, evaluasi dan tindak lanjut. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Studi Kasus dengan jumlah subjek 3 siswa yang terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki. Teknik pengumpulan data pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yang berjudul “Penerapan Pendekatan Gestalt dengan Teknik Empty Chair untuk Membantu Anak Membangun Pola Komunikasi dengan Orang Tua pada Siswa Kelas XI SMK Tamansiswa Kudus Tahun Ajaran 2013/ 2014” yang dilakukan dengan beberapa metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Dari hasil analisis data dan hasil penelitian: 1. Klien I (MAG) dengan menggunakan teknik kursi kosong dengan permainan dialog, kondisi klien menjadi lebih baik, lama-kelamaan klien sudah mulai bisa berkomunikasi yang baik di depan orangtuanya tanpa ada rasa takut yang berlebihan, serta orang tuanya sedikit demi sedikit mengerti dan mendengarkan apa yang diinginkan MAG. 2. Klien II (SZ) dengan menggunakan teknik kursi kosong dengan permainan dialog, keadaan klien menjadi lebih baik, klien sudah tidak lagi merasa takut dalam berkomunikasi yang baik dengan kedua orang tuanya meskipun hanya bisa berkomunikasi lewat telepon atau sms. Hal tersebut juga mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. 3. Klien III (BY) dengan menggunakan teknik kursi kosong dengan permainan dialog, akhirnya BY bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orangtuanya dan menyadari kesalahan yang dilakukannya dengan cara membuktikan kepada orang tuanya bahwa BY akan menjadi anak yang baik dan dapat membuat orang tua bangga. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan “Penerapan Pendekatan Gestalt dengan Teknik Empty Chair untuk Membantu Anak Membangun Pola Komunikasi dengan Orang Tua pada Siswa Kelas XI SMK Tamansiswa Kudus Tahun Ajaran 2013/ 2014”. Saran yang diberikan: 1. Bagi kepala sekolah, Dengan adanya dampak positif dari layanan konseling gestalt dengan teknik empty chair ini diharapkan kepala sekolah dapat mendukung adanya konseling gestalt dengan teknik empty chair ini, 2. Bagi guru, Diharapkan guru pembimbing dapat memaksimalkan layanan konseling gestalt dengan teknik empty chair dan konseling di sekolah, terutama l layanan konseling gestalt, 3. Bagi siswa, dapat membantu klien dalam mengatasi permasalahan yang dialaminya dan dapat memandirikan klien dalam mengatasi masalahnya.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Pendekatan Gestalt Dengan Teknik Empty Chair, Untuk Membantu Anak Membangun Pola Komunikasi Dengan Orang Tua
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 03 Oct 2014 03:20
Last Modified: 03 Oct 2014 03:20
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3318

Actions (login required)

View Item View Item