Upaya Meningkatkan Adversity Quotient Paska Bencana Banjir Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok

KAMIL, PRASTIYO NOTO (2015) Upaya Meningkatkan Adversity Quotient Paska Bencana Banjir Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Kelompok. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (944kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (979kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (927kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (228kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Seperti fenomena yang terjadi belakangan ini, menyatakan bahwa banyak siswa memiliki daya juang yang rendah. Hal ini ditunjukkan saat siswamengalami kesulitan akademik banyak yang mengalami cepat putus asa dan tidakingin berjuang lagi.Siswa sering mengeluh ketika diberi tugas oleh guru, merasapesimis atau tidak mampu jika disuruh untuk mengerjakan tugas, merasa malu dantidak yakin terhadap dirinya serta tidak mempunyai motivasi untuk berkompetisidalam daya saing terhadap prestasinya. Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahan: 1.Bagaimanameningkatkan Adversity Quotient (AQ)melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok di SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015? 2.Apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan Adversity Quotient pada siswa kelas I IPA 1SMA N 1 Kayen Pati tahun pelajaran 2014/2015? Tujuanpenelitian ini untuk: 1. MendiskripsikanAdversity Quotient (AQ)melalui layanan binmbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok di SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. 2. Meningkatkan Adversity Quotient (AQ)melalui layanan binmbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok di SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Landasan teorinya adalah adversity quotient (ketahanan diri)dan layanan bimbingan kelompok. Hipotesis Penelit ian ini adalah: “Melalui bimbingan kelompok dapat meningkatkan adversity quotient (ketahanan diri) padasiswa kelas XI IPA 4 SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015”. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA Negeri 1 Kayen Pati, sebanyak 8. Variabel penelitian: Layanan bimbingan kelompok (Variabel tindakan) dan Adversity Quotient (ketahanan diri) (Variabelmasalah). Metode pengumpulan data dengan metode pokok observasi danwawancara, metode pendukung yaitu dokumentasi. Analisis data menggunakandata kualitatif deskriptif.Penelitian dilakukan 2 siklus (siklus I dan siklus II)setiap siklus 3 pertemun. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan guru BKdan observasi dilakukan secara langsung bersama guru BK.Penelitian dilakukan dari data hasil observasi dengan berpedoman pada 10aspek yang dinilai yaitu: daya saing, produktivitas, kreativitas, motivasi,mengambil resiko, perbaikan, ketekunan, belajar, merangkul perubahan dankeuletan. Berdasarkan hasil observasi pra siklus diperoleh hasil kategori sangat kurang sebanyak 6 (31,6%) siswa dan kategori kurang sebanyak 1 (47,5%) siswa dan kategori cukup baik 1(52,5%) dari jumlah siswa keseluruhan serta rata-rata sebanyak 32% kategori sangatrendah. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok pada sikus I, adversity quotient (ketahanan diri) siswa meningkat tetapi belum maksimal dengan hasil kategori baik sebanyak 2 (73%) siswa, tergolong kategori cukup baik sebanyak 4 (54,3%) siswa dan kategori kurang sebanyak 2 (50%) siswa. Maka rata-rataaspek penilaian menjadi 27,81 yang tergolong cukup baik. Sedangkan pada siklusII diperoleh hasil kategori cukup baik sebannyak 1 (70%), kategori baik sebanyak 4 (75%) siswa dan tergolong kategori sangat baik sebanyak 3 (86,6%) siswa dari jumlah siswa keseluruhan. Maka rata-rataaspek penilaian menjadi 80,89% yang tergolong baik. Hasil wawancara dengan guru BK juga menunjukkan peningkatan lebih baik dalam pemberian kegiatan layanan.Secara keseluruhan siklus II memperoleh hasil sangat baikdengan melakukan 3 kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompokdapat meningkatkan adversity quotient (ketahanan diri) pada siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1Kayen Pati tahun pelajaran 2014/2015. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dapat diterima karena telah teruji kebenarannya. Melihat temuan dilapangan, peneliti memberikan saran kepada: 1.Bagi Peneliti diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti dalam membantu siswa untuk meningkakan adversity quotient paska bencana banjir 2.Bagi Siswa diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 3.Bagi Konselor Sekolah diharapkan digunakan sebagai acuan atau pedoman untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling secara sungguh-sungguh. 4.Bagi Kepala Sekolah diharapakan Kepala sekolah menggunakan sebagai dasar penentu kebijakan yang mendukung pelaksana program bimbingan dan konseling disekolah

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing :Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd.
Uncontrolled Keywords: Layanan Bimbingan kelompok, Teknik diskusi kelompok, Adversity Quotient.
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 24 Mar 2015 08:02
Last Modified: 24 Mar 2015 08:02
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/4341

Actions (login required)

View Item View Item