Penerapan Model Konseling Realita Untuk Mengatasi Rendahnya Kepercayaan Diri Terhadap Lawan Jenis Siswa Kelas Xi Sma N 1 Kayen Pati

MARDIYANTO, - (2015) Penerapan Model Konseling Realita Untuk Mengatasi Rendahnya Kepercayaan Diri Terhadap Lawan Jenis Siswa Kelas Xi Sma N 1 Kayen Pati. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (810kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (338kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (725kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3 ) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (534kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (886kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5 ) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (502kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (96kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (127kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Berdasarkan wawancara peneliti terhadap guru pembimbing dan berdasarkan hasil observasi terhadap siswa pada hari Senin tanggal 28 Juli 2014 menemukan masalah rendahnya kepercayaan diri terhadap lawan jenis, orang yang mempunyai kepercayaan diri baik adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mengatur cara berpikirnya. Rumusan yang diteliti: Bagaimana penerapan konseling Realita untuk mengatasi masalah rendahnya kepercayaan diri terhadap lawan jenis siswa kelas XI SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Untuk menemukan faktor-faktor penyebab rendahnya Kepercayaan Diri terhadap Lawan Jenis pada siswa kelas XI SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015, 2. Mendeskripsikan Penerapan Model Konseling Realita untuk mengatasi masalah rendahnya kepercayaan diri terhadap lawan jenis siswa kelas XI SMA N 1 Kayen Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Konseling Realita adalah konseling dimana Konselor mendorong konseli secara sadar untuk melakukan rencana-rencana yang dipilih secara realistis melalui perilaku nyata dan komitmen yang kuat agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dalam mencapai identitas sukses dengan melibatkan aspek afektif, kognitif dan psikomotorik, tetapi lebih memberdayakan aspek kognitif konseli secara lebih baik. Teknik WDEP adalah suatu teknik dalam proses perubahan perilaku, yang mana klien dituntut untuk aktif selama proses terapi, sehingga klien mampu menentukan apa yang menjadi keinginan, menentukan rencana tindakan, dapat mengevaluasi, dan dapat merencanakan tindakan yang diambil. Jenis penelitian ini, penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Konseling Realita, sedangkan variabel terikatnya adalah Rendahnya Kepercayaan Diri terhadap Lawan Jenis. Metode pengumpulan data yaitu: Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan Kunjungan Rumah. Subjek penelitianya sebanyak 3 siswa (AR, MTH, dan RDS). Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa rendahnya kepercayaan diri terhadap klien 1 (AR) yaitu: faktor Internal: Konseli mempunyai cara pandang yang negatif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya yaitu yaitu merasa kurang menarik seperti teman-teman perempuan lainnya, dan faktor eksternal yaitu Konseli trauma atas peristiwa yang pernah terjadi yaitu ditertawakan saat berkomunikasi terhadap lawan jenis, setelah mendapatkan konseling selama 3 kali akhirnya konseli sudah bisa bersikap dengan nyaman dan dapat berinteraksi dengan baik, serta ketika berkomunikasi terhadap lawan jenisnya mulai berani memandang. Klien 2 (MTH) yaitu faktor Internal: Konseli mempunyai cara pandang yang negatif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya yaitu MTH minder karena memiliki badan yang gemuk bulat, dan faktor eksternal yaitu Konseli memiliki rasa takut yang berlebihan, hingga tidak berani menatap wajah lawan bicaranya, dan selalu merunduk tidak berani menatap mata lawan bicaranya, setelah mendapatkan konseling selama 3 kali akhirnya konseli sudah bisa nyaman dalam berinteraksi terhadap lawan jenis, pandangannya tidak tolah-toleh, dan berani menatap lawan jenisnya.Klien 3 (RDS) yaitu faktor Internal yaitu konseli merasa tidak bisa berbicara dengan baik, dan faktor eksternal yaitu konseli mempunyai cara pandang yang negatif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya yaitu malu memiliki tubuh yang kurus, setelah mendapatkan konseling selama 3 kali akhirnya konseli sudah bisa nyaman dengan kondisinya, nyaman dalam berkomunikasi terhadap lawan jenis, mulai berbaur dengan lawan jenis dengan baik, mulai berani menatap mata lawan jenisnya walaupun masih agak takut. Berdasarkan temuan dalam penelitian, peneliti memberikan saran kepada: 1. Kepala Sekolah. Kepala sekolah perlu menciptakan situasi sekolah yang nyaman bagi siswa baik secara sosial, fisik maupun akademik. 2. Konselor SMA, hendaknya dalam membantu mengatasi permasalahan siswa yang dilakukan secara sistematis, mulai dengan langkah mengidentifikasi masalah siswa, mendiagnosis, mengadakan prognosis, melakukan teratment serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut, akan tetapi untuk mewujudkan proses Konseling yang baik, hendaknya konselor harus mampu menjadi teman bagi murid-muridnya, 3. Guru/wali kelas, diharapkan memberikan masukan kepada guru/wali kelas untuk lebih memperhatikan siswa/siswinya dalam rangka memberikan fasilitas yang dapat mendorong dan membantu mengembangkan daya pikir kreatif siswa. 4. Siswa. Siswa hendaknya menanamkan keyakinan dalam diri bahwa tidak selamanya kekurangan bersifat negatif, justru harus mampu mengubah respon negatif menjadi positif guna perkembangan diri sendiri dan siap menghadapi kenyataan serta tantangan. Sehingga siswa akan dapat mengetahui apa yang terjadi, bukan hanya membayangkan sesuatu yang belum terjadi. Hal itu hanya akan membuat diri sendiri sulit untuk bersikap percaya diri dalam berkomunikasi terhadap lawan jenis.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing :Dra. Sumarwiyah, M.Pd, Kons
Uncontrolled Keywords: Konseling Realita, Rendahnya Kepercayaan Diri terhadap Lawan Jenis
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 30 Mar 2015 07:16
Last Modified: 30 Mar 2015 07:16
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/4378

Actions (login required)

View Item View Item