Studi Kasus Penerapan Model Konseling Behavioristik untuk Mengatasi Siswa yang Tidak Dapat Berkomunikasi dengan Baik di SMK Nu Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012

Yafi, Fariq (2012) Studi Kasus Penerapan Model Konseling Behavioristik untuk Mengatasi Siswa yang Tidak Dapat Berkomunikasi dengan Baik di SMK Nu Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (446kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (123kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (215kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (169kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (203kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (141kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (120kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (73kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy

Abstrak

Dalam pergaulan dengan teman-teman di sekolah sering kita melihat siswa menunjukkan aktivitas yang lamban atau tidak efektif, kegiatan hanya duduk dengan menyendiri dan kurang mengikuti aktivitas maupun kegiatan yang ada di kelas X SMK Nu Ma’arif Kudus. Hal itu dikarenakan kurang mempunyai dorongan atau motivasi dalam berinteraksi. Sehingga dari beberapa siswa tersebut mengalami hambatan tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Oleh karena itu dengan adanya layanan Konseling Behavioristik diharapkan siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang dapat dikaji adalah faktor-faktor apa yang menyebabkan siswa tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan cara penerapan model Konseling Behavioristik dapat mengatasi siswa yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik kelas X SMK Nu Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012? Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah mendapatkan faktor penyebab siswa tidak dapat berkomunikasi dengan baik dan menemukan bagaimana penerapan model konseling Behavioristik dapat mengatasi siswa yang tidak dapat berkomunikasi menjadi dapat berkomunikasi dengan baik pada kelas X SMK Nu Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Adapun kegunaan penelitian ini : kegunaan teoritis, diperoleh kontribusi teori konseling behavioristik dalam menangani siswa yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Dengan demikian hasil penelitian ini lebih mempercayakan ilmu pengetahuan pada bidang bimbingan dan konseling khususnya untuk penelitian sejenis pada cakupan yang lebih luas lagi. Kegunaan praktis, 1.Bagi kepala sekolah dapat menentukan kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta dalam memperhatikan setiap perkembangan peserta didik. 2.Bagi guru pembimbing yaitu memperoleh alternatif pemecahan masalah siswa dengan penerapan model konseling behavioristik untuk mengatasi siswa yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik. 3.Bagi wali kelas dapat menjadi masukan dalam membantu menyelesaikan masalah siswa yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik . Ruang lingkup penelitian ini ditetapkan di SMK Nu Ma’arif Kudus, SMK tersebut merupakan salah satu sekolah di kota Kudus yang letaknya di desa prambatan kidul, Kecamatan kaliwungu, Kabupaten kudus. Bentuk pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus, subjek penelitian ada 3 (tiga) : AR, UA, dan NJ yang mengalami masalah tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik pokok wawancara, observasi dan kunjungan rumah. Analisis data dalam penelitian ini teknik analisis menggunakan sistem bacon yang dapat digunakan dengan penelitian yang bersifat kualitatif. Dari hasil pembahasan dan analisis ini dapat diketahui bahwa penyebab siswa tidak dapat berkomunikasi dengan baik yang dialami konseli I (AR): a. Kurang percaya diri, b. Suka menyendiri dan pemalu. Konseli II (UA): a. Suka menggannggu teman-temanya, b. Kurang perhatian orang tua. Konseli III (NJ): a. Interaksi yang kurang, b. Pola asuh orang tua. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan saran kepada : 1. Kepala sekolah, perlu mengadakan kegiatan tambahan agar siswa mampu ikut bersosialisasi didalamya.2. Konselor, Selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya mereka yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik, secepatnya harus ditangani agar tidak berlarut-larut. 3. Guru pelajaran dan Wali kelas, dalam mengajar, guru juga harus mengawasi siswa-siswinya baik dalam berperilaku maupun dalam keaktifan siswanya. 4. Orang tua siswa, hendaknya orang tua memberikan kepercayaan terhadap anaknya, bahwa anaknya mampu bertanggung jawab, serta orang tua memantau perilaku dan pergaulan anaknya.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Dosen pembimbing: 1. Dra. Sumarwiyah M.Pd. Dosen pembimbing 2 :Drs. Sunardi.
Uncontrolled Keywords: Model Konseling Behavioristik ; Siswa yang tidak dapat Berkomunikasi dengan Baik
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Psikologi pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Users 1245 tidak ditemukan.
Tanggal Deposit: 03 Dec 2012 06:40
Last Modified: 03 Dec 2012 06:40
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/541

Actions (login required)

View Item View Item