Teaching Pronunciation To The Eleventh Grade Students Of Ma Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus By Using Phonetic Instruction In The Academic Year 2014/2015

Fitriyani, Nunung (2015) Teaching Pronunciation To The Eleventh Grade Students Of Ma Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus By Using Phonetic Instruction In The Academic Year 2014/2015. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (571kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (184kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (347kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (379kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (527kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (178kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (170kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (231kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Dalam Bahasa Inggris ada empat kemampuan yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Siswa harus menguasai ke empat kemampuan tersebut, jadi mereka dapat berbahasa Inggris secara aktif atau pasif. Sebagai salah satu kemampuan dalam Bahasa Inggris, Berbicara merupakan salah satu kompetensi dalam proses pembelajaran terutama bahasa inggris. Pengajaran berbicara harus mencapai tujuan kurikulum, yang mana siswa mampu berbicara dan menulis menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, mengajar bahasa Inggris agak sulit daripada keterampilan lainnya karena siswa sering merasa cemas dan takut membuat kesalahan dalam berbicara . Kondisi ini terjadi di MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus. Mengingat hal tersebut guru bahasa Inggris harus menerapkan teknik mengajar untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Berdasarkan fakta diatas, peneliti berfikir bahwa itu akan lebih baik jika menggunakan pengajaran fonetik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pengajaran fonetik adalah salah satu teknik untuk mengajar kemampuan berbicara mengenai lambang fonetik dan tulisan fonetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan ada atau tidaknya perbedaan antara kemampuan berbicara oleh siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus pada tahun ajaran 2014/2015 sebelum dan sesudah diajar menggunakan pengajaran fonetik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Peneliti menggunakan satu kelompok pre-test post-test. Jumlah subjek yang diteliti adalah 37 siswa. Karena dilakukan dalam satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Data yang sudah terkumpul diperoleh dengan memberi tes pada pre-tes dan post-tes. Tes yang digunakan adalah tes berbicara yaitu bercerita tentang teks naratif di depan kelas dengan cara maju satu per satu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara oleh siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus pada tahun ajaran 2014/2015 sebelum diajar menggunakan pengajaran fonetik. Peneliti telah menemukan nilai tertinggi adalah 68, dan nilai terendah adalah 40. Hasil dari perhitungan data menunjukkan rata-rata adalah 52 dan standar deviasi adalah 5,05. hal tersebut termasuk kategori tidak baik. Sementara itu, hasil dari kemampuan berbicara siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus pada tahun ajaran 2014/2015 setelah diajar menggunakan pengajaran fonetik, peneliti telah menemukan nilai tertinggi adalah 80 dan nilai terendah adalah 60. Hasil dari perhitungan data telah menunjukkan nilai rata-rata adalah 77,05 dan standar diviasi adalah 3,6. hal tersebut termasuk kategori baik. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan t-test. Hasil dari t-obsevation (to) adalah 17,38. berdasarkan dari (df) 36 pada level of significant 0,05 t-table (tc) adalah 2,021. hal tersebut berati bahwa t-obsevation lebih tinggi daripada t-table (to>tc). itu menunjukkan bahwa null hipotesisnya terdapat perbedaan yang penting mengenai perbedaan antara kemampuan berbicara oleh siswa kelas sebelas MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus pada tahun ajaran 2014/2015 sebelum dan sesudah diajar menggunakan pengajaran fonetik adalah diterima. Oleh karena itu, peneliti memberi saran kepada guru akan lebih baik jika menggunakan pengajaran fonetik dalam mengajar kemampuan berbicara. Dengan itu siswa dapat berbicara bahasa Inggris dengan lancar dan lebih percaya diri untuk berbicara.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing; Atik Rokhayani, S.Pd, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Kemampuan berbicara, pengajaran fonetik
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 27 Jul 2016 04:37
Last Modified: 27 Jul 2016 04:37
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/5754

Actions (login required)

View Item View Item