Meningkatkan Kontrol Diri Dalam Pergaulan Melalui Model Konseling Behavioristik Dengan Teknik Pengkondisian Operan Pada Siswa Kelas Viii Smp 2 Jekulo Kiudus Tahun Ajaran 2015/2016

Wicaksono, Wahyu (2016) Meningkatkan Kontrol Diri Dalam Pergaulan Melalui Model Konseling Behavioristik Dengan Teknik Pengkondisian Operan Pada Siswa Kelas Viii Smp 2 Jekulo Kiudus Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (2MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (141kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (240kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (644kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (193kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (53kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (49kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (28MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan Penelitian Ini Adalah: 1. Untuk Menemukan Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Kontrol Diri Dalam Pergaulan, 2. Untuk Mengetahui Pengaruh Penerapan Layanan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Pengkondisian Operan Untuk Meningkatkan Kontrol Diri Dalam Pergaulan Pada Siswa Kelas VIII SMP 2 Jekulo Kudus. Kontrol Diri Merupakan Tindakan Menahan Diri Untuk Tidak Melakukan Perbuatan-Perbuatan Yang Akan Merugikan Dirinya Seperti Sakit Badan, Sakit Hati, Bangkrut, Gagal Dalam Menggapai Cita-Cita, Tidak Dipercaya Orang Lain Dan Masih Banyal Lagi Di Masa Kini Maupun Di Masa Yang Akan Datang. Konseling Behavioristik Adalah Suatu Pandangan Ilmiah Tentang Tingkah Laku Manusia, Yang Dasarnya Adalah Tingkah Laku Itu Tertib Dan Bahwa Eksperimen Yang Dikendalikan Dengan Cermat Akan Menyiapkan Hukuman – Hukum Yang Mengendalikan Tingkah Laku. Pengkondisian Operan Yaitu Proses Belajar Menghasilkan Tingkah Laku Operan Yang Ditentukan Oleh Kejadian Yang Mengikuti Respon , Artinya Dalam Tingkah Laku Operan Konsekuensi Atau Hasil Dari Tingkah Laku Akan Menentukan Kecenderungan Organisme Untuk Mengulang Ataupun Menghentikan Tingkah Lakunya Itu Di Masa Depan. Jenis Penelitian Yang Digunakan Adalah Penelitian Studi Kasus Dengan Metode Kualitatif. Subyek Yang Diteliti Adalah Siswa Kelas VIII, Sebanyak 3 Siswa Yang Mempunyai Permasalahan Kontrol Diri Dalam Pergaulan Rendah. Metode Pengumpulan Data Yang Digunakan Observasi Dan Wawancara. Analisis Data Dilakukan Dengan Menggunakan Jenis Analisis Deskripsi Kualitatif Agar Memperoleh Simpulan Penelitian Yang Kuat. Berdasarkan Hasil Penelitian Yang Dilakukan Terhadap Klien I (MR) Yang Memiliki Kontrol Diri Dalam Pergaulan Yang Rendah Di Karenakan Perilakunya Yang Kurang Baik Di Sekolah Seperti Suka Mengganggu Temannya, Gaduh Di Kelas, Dan Memalak. Setelah Dilakukan Tindakan Melalui Konseling Behavioristik Dengan Teknik Pengkondisian Operan, Konseli Dapat Menunjukkan Perubahan Perilakunya Yang Lebih Baik Dari Sebelumnya. Klien II (SKB) Memiliki Control Diri Dalam Pergaulan Yang Rendah Dikarenakan Perilakunya Yang Kurang Baik Di Sekolah Seperti Sering Membuat Gaduh Di Kelas, Mengganggu Temannya, Dan Memalak. Setelah Dilakukan Tindakan Melalui Konseling Behavioristik Dengan Teknik Pengkondisian Operan, Klien Dapat Menunjukkan Perubahan Perilaku Yang Lebih Baik Dari Sebelumnya. Klien III (GAP) Yang Memiliki Control Diri Dalam Pergaulan Yang Rendah Dikarenakan Perilaku Yang Kurang Baik Di Lingkungan Sekolah Seperti Sering Membuat Gaduh Di Kelas, Sering Mengganggu Temannya, Dan Sering Memalak. Setelah Dilakukan Tindakan Melalui Konseling Behavioristic Dengan Teknik Pengkondisian Operan, Klien Dapat Menunjukkan Perubahan Perilaku Yang Lebih Baik Dari Sebelumnya. Dapat Dikatakan Bahwa Control Diri Dalam Pergaulan Yang Meningkat, Ini Berarti Bahwa Penerapan Konseling Behavioristic Dengan Teknik Pengkondisian Operan Efektif Untuk Meningkatkan Control Diri Dalam Pergaulan Siswa. Berdasarkan Hasil Pembahasan Diatas, Peneliti Menyampaikan Saran Sebagai Berikut: 1. Kepala Sekolah: Kepala Sekolah Perlu Menciptakan Situasi Sekolah Yang Nyaman Bagi Siswa Baik Secara Sosial, Fisik Maupun Akademik. 2. Guru BK: Guru BK Sekolah Sebaiknya Menindak Lanjuti Apa Yang Sudah Dilakukan Oleh Peneliti Secara Terprogram Dengan Lebih Baik Dan Bisa Menerapkan Layanan Konseling Behavioristic Untuk Mengatasi Rendahnya Kontrol Diri Siswa Dalam Pergaulan. 3. Orang Tua: Orang Tua Diharapkan Dapat Memberikan Perhatian Dan Kasih Sayang Yang Cukup Bagi Anak-Anaknya. Serta Menanamkan Rasa Tanggung Jawab Kepada Anak-Anaknya Terhadap Masalah Yang Dihadapinya Agar Menjadikan Dirinya Individu Yang Sukses. 4. Siswa: Sebaiknya Siswa Secara Terus-Menerus Dapat Menerapkan Hasil Konseling Hingga Menjadikannya Suatu Kebiasaan Baru Dalam Kehidupan Sehari-Hari. 5. Penelitian Selanjutnya: Sebaiknya Menindak Lanjuti Penelitian Ini Dengan Berpijak Pada Hasil Atau Temuan Yang Telah Diperoleh Dalam Penelitian Ini, Sehingga Kedepannya Penerapan Konseling Behavioristik Mampu Mengatasi Masalah Rendahnya Control Diri Dalam Pergaulan.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Drs. Arista Kiswantoro, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Kontrol Diri Dalam Pergaulan. Konseling Behavioristik. Teknik Pengkondisian Operan.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 04 Aug 2016 06:18
Last Modified: 04 Aug 2016 06:18
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/5917

Actions (login required)

View Item View Item