Penerapan Behavioristik Dengan Teknik Assertive Training Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Pada Siswa Kelas X Smk Maa’rif Kudus

Hidayat, Aris (2015) Penerapan Behavioristik Dengan Teknik Assertive Training Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Pada Siswa Kelas X Smk Maa’rif Kudus. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (hal. Judul) - Accepted Version
Download (581kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (153kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (283kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (225kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (344kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (171kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (135kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (99kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi perilaku menyimpang seringnya melakukan kenakalan remaja, siswa yang sering melakukan kenakalan remaja adalah seseorang yang selalu melanggar peraturan yang ada serta sering melakukan tindakan yang dianggap melanggar norma sosial dan norma hukum. Permasalahan yang diteliti: pertama Bagaimanakah penerapan konseling behaviouristik dengan teknik assertive training untuk mengatasi siswa yang sering melakukan kenakalan remaja kelas X SMK Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. Kedua Faktor-faktor apakah yang menjadi penyebab timbulnya kenakalan remaja siswa kelas X SMK Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014. Tujuan dari penelitian ini yaitu:1. Untuk mendeskripsikan tentang faktor penyebab kenakalan remaja siswa kelas X SMK Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014 2. Untuk membantu mengentaskan masalah siswa yang melanggar tata tertib sekolah dengan teknik assertive training. Konseling behaviour adalah setiap tingkah laku dapat dibentuk dari hasil pengalamannya, tingkah laku lama dapat diganti dengan tingkah laku baru, dan manusia memiliki potensi untuk berperilaku baik atau buruk, berupa interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Teknik assertive training merupakan prosedur latihan yang diberikan kepada klien untuk melatih perilaku sosial melalui ekspresi diri, perasaan, sikap, harapan, pendapat dan haknya. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu:Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan Kunjungan Rumah. Subjek penelitianya siswa kelas X SMK Ma’arif Kudus Tahun Pelajaran 2013/2014 (MM, RC, dan YA) Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik simpulan bahwa faktor penyebab perilaku kenakalan remaja dan pengaruh penerapan konseling assertive training dari ketiga konseli yaitu: 1. Konseli I (MM) faktor internal penyebab permasalahannya yaitu kurangnya menajemen waktu dan tidak mempunyai motivasi dalam belajar, sedangkan faktor ekternalnya yaitu pengaruh lingkungan teman sepermainan yang kurang sering melakukan kenakalan remaja. 2. Konseli II (RC) faktor internal penyebab permasalahannya yaitu kurangnya perhatian orang tua dan tidak mempunyai motivasi dalam belajar, sedangkan faktor ekternalnya yaitu pengaruh teman sepermainan. 3. Konseli III (YA) faktor internal penyebab permasalahannya yaitu kurang control dari orang tua karena klien yang bersangkutan ngkos, sedangkan faktor ekternalnya yaitu pengaruh pergaulan teman sepermainan. Berdasarkan penemuan penelitian, peneliti dapat memberikan saran kepada: 1.Kepala sekolah perlu mengadakan pertemuan secara periodik dengan guru wali kelas, 2. Guru mata pelajaran untuk membahas permasalahan kenakalan remaja dan kemajuan siswa di sekolah, 3. Konselor sekolah sebaiknya menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan oleh peneliti secara terprogram dan terlaksananya konseling behaviouristik untuk menangani masalah kenakalan remaja siswa. 4. Wali kelas sebaiknya bisa menggunakan hasil penemuan peneliti untuk lebih memperhatikan dan mengenali permasalahan-permasalahan siswa secara lebih mendalam,5. Orang tua harus lebih memberikan motivasi dan perhatian khusus kepada anaknya, 6. Peneliti selanjutnya sebaiknya menindaklanjuti penelitian ini dengan berpijak pada hasil/temuan yang telah diperoleh dalam penelitian ini, sehingga kedepannya penerapan assertive training mampu mengatasi maraknya kenakalan remaja.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing; Dra. Hj. Sutarti, SE, MM
Uncontrolled Keywords: Konseling Behaviour, Teknik Assertive Training, Sering Melakukan Kenakalan Remaja.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 04 Aug 2016 06:35
Last Modified: 04 Aug 2016 06:35
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/5922

Actions (login required)

View Item View Item