Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Meningkatkan Etos Kerja Karyawan Cv. Karya Jati Makmur Jepara Tahun 2013

Santosa, Badrun Imam (2016) Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Meningkatkan Etos Kerja Karyawan Cv. Karya Jati Makmur Jepara Tahun 2013. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (639kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (BAB 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (166kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (187kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (145kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (182kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (121kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (115kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (116kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Penerapan Bimbingan Konseling Behavior untuk Meningkatkan Etos Kerja Karyawan CV. Karya Jati Makmur Jepara Tahun 2013?” Konseling behavioristik biasanya berfokus pada tingkah laku yang tampak, cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling, mengembangkan prosedur perlakuan spesifik, dan penilaian obyektif terhadap tujuan konseling. Permasalahan rendahnya etos kerja pada karyawan, antara lain kurangnya komitmen karyawan terjadi dimana masih terdapat karyawan yang kurang disiplin, karyawan yang merasa terlalu nyaman berada di posisinya dan tidak merasa adanya alternatif pekerjaan lain selain di perusahaan ini, sehingga menimbulkan kurangnya rasa ingin memberikan kontribusi yang lebih terhadap perusahaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus, subjek dalam penelitian yaitu dua karyawan yang memiliki permasalahan dalam etos kerja yang rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain: wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis induktif, dan cara menganalisa data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklasifikasi, mendeskripsikan dan menginterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan faktor permasalahan klien I MBD: 1. Klien merasa penghasilan dari tukang kayu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan 2. Berpindah bidang pekerjaan dari bertani menjadi tukang kayu. Setelah melaksanakan tiga kali proses konseling dengan klien MBD, konselor mengamati perubahan tingakah laku MBD dengan mengadakan wawancara dengan teman kerja klien dan pemimpin perusahaan pasca konseling dilaksanakan. Ternyata klien MBD telah menunjukkan perubahan tingkah laku yang baik di tempat kerjanya, hal tersebut ditunjukkan dengan sikap yang baik yaitu sudah mau bergaul dengan teman dan bosnya, Klien mulai dapat beradaptasi dengan lingkungan dengan baik, menjadi lebih disiplin, memiliki alternatif dan inisiatif, lebih berkontribusi terhadap perusahaan, dapat lebih suka bidang kerja yang ditekuninya, lebih semangat serta kemauan MBD untuk menekuni pekerjaan secara utuh. Klien II KMRDN: 1. Tidak mampu mengutarakan keinginan kepada pemilik perusahaan. 2. Semangat kerja yang berkurang. Setelah melaksanakan tiga kali proses konseling menggunakan pendekatan asertif terhadap klien KMRDN, didapatkan keterangan bahwa penyebab klien KMRDN yang memiliki permasalahan terkait etos kerja yang kurang diakibatkan keinginan klien untuk mengatakan keinginannya naik gaji tetapi selalu tidak ada keberanian dalam diri KMRDN untuk mengatakanya. Setelah peneliti menerapkan konseling behavioristik teknik asertif peneliti mendapatkan perubahan dalam diri KMRDN, KMRDN memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja, karena setelah mendapatkan latihan asertif KMRDN menjadi memiliki keberanian dalam mengatakan keinginannya, dan pemilik perusahaan berjanji akan menaikan gaji KMRDN apabila KMRDN dapat menyelesaikan pesanan mebel dengan tepat waktu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut: 1. CV. Karya Jati Makmur: Hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap karyawan dan menjalin komunikasi yang baik kepada karyawan, agar pemilik perusahaan mengetahui permasalahan yang dialami karyawan dan dapat menentukan kebijakan untuk para karyawan. 2. Karyawan: Dengan diterapkannya layanan konseling behavioristik untuk meningkatkan etos kerja karyawan, diharapkan karyawan Karya Jati Makmur Jepara dapat bersemangat dalam bekerja, serta mengindahkan masalah yang terjadi di rumah dan dapat bekerja dengan sepenuh hati. 3. Konselor: Hendaknya konselor dapat lebih banyak memprogramkan layanan individual untuk membentuk etos kerja dan memotivasi karyawan agar memanfaatkan layanan individual sebagai tempat untuk mengembangkan pemahaman diri dan potensi diri. 4. Penelitian selanjutnya: Diharapkan peneliti berikutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar dalam mengembangkan penelitian yang selanjutnya dengan memperluas aspek kajian penelitian dan mempergunakan hasil penelitian sebagai tambahan pengetahuan serta referensi terutama yang berkaitan dengan etos kerja melalui layanan konseling individual dengan pendekatan behavioristik

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Drs. Arista Kiswantoro, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Behavioristik dan Etos Kerja
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 08 Aug 2016 03:32
Last Modified: 08 Aug 2016 03:32
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/5947

Actions (login required)

View Item View Item