Penerapan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Self Monitoring Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas X Sma N 1 Bangsri Tahun Pelajaran 2015/2016

Widarto, Alif (2016) Penerapan Konseling Behavioristik Dengan Teknik Self Monitoring Untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas X Sma N 1 Bangsri Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (1MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (170kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (244kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (106kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (153kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (916kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini pada peserta didik kelas X 4 SMA N 1 Bangsri adalah 1. Menemukan faktor-faktor penyebab siswa kurang konsentrasi saat proses pembelajaran, 2. Diperoleh peningkatan pada siswa yang kurang konsentrasi saat proses pembelajaran melalui konseling individu dengan teknik self-monitoring untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif menurut Arikunto (2006: 45) adalah penelitian non hipotesis, sehingga dalam langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena hanya melukiskan, memaparkan dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa tanpa menarik suatu kesimpulan umum. konsentrasi belajar adalah pemusatan fungsi jiwa dan pemikiran seseorang terhadap objek yang berkaitan dengan belajar (penerimaan informasi tentang pelajaran) dimana konsentrasi belajar ini sangat penting dalam proses pembelajaran karena merupakan usaha dasar untuk dapat mencapai prestasi belajar yang lebih baik. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dan analisis data tentang penerapan konseling behavioristik dengan teknik self monitoring untuk meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa di SMA N 1 Bangsri Tahun Ajaran 2015/2016, peneliti dapat menyimpulkan penyebab siswa kurang konsentrasi saat proses pembelajaran dan hasil konseling RH, AA, dan VS. Permasalahan yang dialami klien 1 (RH), faktor penyebab kurang konsentrasi saat proses pembelajaran, sebagai berikut: 1. Faktor internal: kurangnya kesadaran dan pemahaman menegenai pentingnya konsentrasi saat proses pembelajaran. 2. Faktor eksternal: kurangnya bimbingan, perhatian dan pengawasan dari orang tua, serta pengaruh lingkungan teman sepermainan yang kurang baik. Dari hasil tiga kali layanan konseling individual pendekatan behavioristik teknik self monitoring yang dilakukan peneliti dengan RH, dapat menghasilkan suatu perubahan perilaku terlihat dari cara RH konsentrasi saat proses pembelajaran, tidak berbicara sendiri saat proses pembelajaran, dan tidak pindah-pindah tempat duduk. Permasalahan yang dialami klien 2 (AA), faktor penyebab kurang konsentrasi saat proses pembelajaran, sebagai berikut: 1) Faktor internal: kurangnya kesadaran dan pemahaman menegenai pentingnya konsentrasi saat proses pembelajaran. 2) Faktor eksternal: kurangnya bimbingan, perhatian dan pengawasan dari orang tua, serta pengaruh lingkungan yang kurang baik. Dari hasil tiga kali layanan konseling individu pendekatan behavioristik teknik self monitoring yang dilakukan peneliti dengan AA, dapat menghasilkan suatu perubahan perilaku terlihat dari cara memperhatikan guru saat pembelajaran matematika, tidak bermain hp sendiri, dan jika belum paham ia bertanya. Permasalahan yang dialami klien 3 (VS), faktor penyebab kurang fokus saat proses pembelajaran, sebagai berikut: 1) Faktor internal: kurangnya kesadaran dan pemahaman menegenai kurang fokus saat proses pembelajaran. 2) Faktor eksternal: kurangnya bimbingan, perhatian dan pengawasan dari orang tua, dan pengaruh lingkungan yang kurang kondusif dan mendukung pergaulan VS. Dari hasil tiga kali layanan konseling individu pendekatan behavioristik teknik self monitoring yang dilakukan peneliti dengan VS, dapat menghasilkan suatu perubahan perilaku terlihat dengan saat proses pembelajaran memperhatikan tidak gaduh sendiri, selalu didalam kelas saat jam pergantian pelajaran, tidak tiduran saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam setiap sesi konseling ia menunjukkan perubahan yang baik. Ia juga mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, tentunya dengan dorongan dari peneliti dan guru di sekolah. Penerapan teknik self monitoring dapat membantu VS untuk mengatasi perilaku kurang konsentrasi saat proses pembelajaran dengan kesungguhan VS dalam mencapai perubahan yang diinginkan.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Drs. Sucipto, M.Pd., Kons
Uncontrolled Keywords: Self Monitoring, Kurang Konsentrasi, Konseling Behavioristik.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 04 Nov 2016 02:58
Last Modified: 04 Nov 2016 02:58
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6159

Actions (login required)

View Item View Item