Mengatasi Kecemasan Dalam Persalinan Perdana Pada Ibu Hamil Melalui Layanan Konseling Rational Emotive Therapy Teknik Relaxation Training

Anisyah, Mikhatun (2016) Mengatasi Kecemasan Dalam Persalinan Perdana Pada Ibu Hamil Melalui Layanan Konseling Rational Emotive Therapy Teknik Relaxation Training. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal judul) - Accepted Version
Download (2MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (338kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (600kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (502kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (129kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (129kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan dalam penelitian untuk: 1. Menemukan faktor penyebab kecemasan dalam menghadapi proses persalinan pada ibu hamil di desa sirahan cluwak pati. 2. Untuk mengetahui penerapan konseling Rational Emotive Therapy teknik Relaxation Training dalam mengatasi kecemasan menghadapi proses persalinan pada ibu hamil tahun 2015/2016. Kecemasan dalam persalinan adalah gangguan psikologis yang dapat memiliki karakteristik yaitu berupa rasa takut, keprihatinan terhadap masa depan, kekhawatiran yang berkepanjangan, dan rasa gugup yang dialami oleh ibu hamil pada saat menjelang persalinan. Rational emotive Therapy adalah teori yang berusaha memahami manusia sebagaimana adanya. Manusia adalah subjek yang sadar akan dirinya dan sadar akan objek-objek yang dihadapinya. Relaksasi merupakan upaya sejenak untuk melupakan kecemasan dan mengistirahatkan pikiran dengan cara menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) melalui sesuatu kegiatan yang menyenangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus, Tahap dalam penelitian kualitatif antara lain: 1. Pengumpulan data, 2. Identifikasi kasus, 3. Diagnosis, 4. Prognosis, 5. Treatment, 6. Follow Up. Subjek penelitian 2 (dua) konseli dengan inisial FA dan SU, Untuk memperoleh data konseli yang memiliki kecemasan dalam persalinan, peneliti menggunakan dua pengumpulan data: metode Interview untuk mengetahui kondisi konseli terkait penyebab kecemasan yang dialami dan metode observasi untuk mengetahui tingkah laku masing-masing konseli terkait kecemasan yang dialami. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan: 1. Konseli I FA: a. Kecemasan dengan perdarahan saat persalinan. b. Salah persepsi dengan umur saat persalinan. Setelah mendapatkan konseling sebanyak tiga kali yang dilakukan oleh konselor, konseli akhirnya bisa memperbaiki pemikiran yang keliru tentang usia rawan dalam menjalani persalinan, konseli telah lepas dari ketakutan yang diakibatkan dari membaca artikel yang menyebutkan seorang ibu yang menjalani persalinan tetapi belum genap usia 20 akan mengalami resiko dalam persalian. 2. Konseli II SU: a. Faktor internal: Morning sickness. b. Cemas dengan biaya persalinan. Setelah mendapatkan konseling sebanyak tiga kali, konseli mulai berpikir rasional mengenai morning sickness yang dialaminya, sekarang konseli memandang morning sickness sebagai anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada dirinya yang mengandung, karena ketika mengalami morning sickness berarti Tuhan menyanyangi diri konseli, karena konseli diberikan keturunan yang kadang orang lain belum dikaruniai keturuan oleh Tuhan. Simpulan dalam penelitian ini dilakukan setiap setelah konseli melaksanakan konseling dengan peneliti. Follow up (tindak lanjut) bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan konseli dalam menyelesaikan kecemasan yang dialaminya. Untuk mencapai keberhasilan layanan bantuan yang diberikan akan memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu perlu diadakan kerjasama dengan pihak lain (konferensi kasus) yaitu dengan Bidan di rumah bersalin Fathma, orangtua konseli dan suami konseli. Untuk membantu mengentaskan kecemasan serta memantau perkembangan SU. Serta dilakukan layanan referal/alih tangan kasus ke psikiater supaya kecemasannya dapat segera diatasi sedini mungkin. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini: 1. Ibu hamil: Ibu hamil hendaknya berpikir positif dalam menghadapi persalinan, karena dengan berpikir positif dapat membantu kelancaran dalam persalinan. 2. Suami: Suami menjadikan hasil penelitian sebagai informasi untuk memahami kondisi psikis dan fisik yang dialami oleh istri dalam mengandung dan menghadapi persalinan. 3. Ibu Bidan: Ibu bidan dalam menjadikan hasil penelitian sebagai masukan dalam memberikan bimbingan kepada ibu hamil dalam menghadapi persalinan.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Dra. Sumarwiyah, M.Pd, Kons
Uncontrolled Keywords: Kecemasan dalam Persalinan, Rational Emotive Therapy, Relaxation Training
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 14 Nov 2016 02:59
Last Modified: 14 Nov 2016 02:59
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6278

Actions (login required)

View Item View Item