Peningkatan Kemampuan Bahasa Jawa Krama Inggil Melalui Layanan Penguasaan Konten Dengan Metode Bermain Peran

Khafid, Mukhamad (2016) Peningkatan Kemampuan Bahasa Jawa Krama Inggil Melalui Layanan Penguasaan Konten Dengan Metode Bermain Peran. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal Judul) - Accepted Version
Download (2MB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (297kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (6MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (170kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (86kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (89kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah “Memperoleh peningkatan kemampuan bahasa jawa krama inggil melalui layanan penguasaan konten dengan metode bermain peran pada siswa kelas VIIIB SMP 2 Sukolilo Pati Tahun Pelajaran 2014/2015.” Bahasa Jawa adalah dialek yang khusus yang digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa khususnya di daerah Jawa tengah, Yogyakarta dan Jawa timur. Bahasa Jawa Krama inggil adalah tingkatan dalam bahasa Jawa yang teratas, dengan tujuan penggunaan bahasa Jawa ini adalah untuk menghormati seseorang dan merendahkan diri sendiri sesuai dengan falsafat masyarakat Jawa yang andhap ashor. Layanan penguasaan konten merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memusatkan terhadap pemberian bantuan kepada individu atau peserta didik (sendiri atau dalam kelompok), bertujuan pengembangan diri yang berkaitan dengan belajar, sehingga mempunyai kemampuan atau kompetisi tertentu dalam kegiatan belajar. Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang di gunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandangan dan cara berfikir orang lain. Adapun hipotesis yang peneliti kemukakan adalah “layanan bimbingan kelompok dengan teknik peer group dapat meningkatkan resiliensi siswa kelas VIIIB SMP 2 Sukolilo Pati.” Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, PTK-BK melalui prosedur tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap (2 siklus). Siswa yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Sukolilo Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis data induksi secara kualitatif. Hasil penelitian: Pra siklus diketahui skor rata-rata 17 dengan persentase 34% kategori (sangat kurang). Sikus I diketahui skor rata-rata 30, persentase 59% kategori (Cukup). Siklus II diketahui 44, persentase 87% kategori (Sangat Baik). Maka hipotesis yang menyatakan: 1. Layanan penguasaan konten dengan metode bermain peran diduga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa jawa kromo alus pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sukolilo Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Diterima karena telah mencapai indikator keberhasilan. 2. Kemampuan berbahasa jawa kromo alus pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sukolilo pati dapat ditingkatkan. Diterima karena telah mencapai indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan disimpulkan pada pra siklus skor rata-rata kemampuan siswa dalam berbahasa jawa krama inggil 17 dengan persentase 34% kategori (sangat kurang), siklus I diketahui skor rata-rata kemampuan siswa dalam berbahasa jawa krama inggil 30, persentase 59% kategori (Cukup), pada siklus II diketahui skor rata-rata kemampuan siswa dalam berbahasa jawa krama inggil 44, persentase 87% kategori (Sangat Baik). Jadi dapat disimpulkan telah terjadi peningkatan sebanyak 28%. Saran yang peneliti sampaikan pada penelitian ini: 1. Kepala Sekolah: kepala sekolah menggunakan sebagai dasar kebijakan yang mendukung pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. 2. Guru Bimbingan dan Konseling: Diharapkan guru BK dapat memaksimalkan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, terutama layanan penguasaan konten. Agar pelayanan bimbingan dan konseling dapat membantu siswa yang belum mencapai indikator keberhasilan dengan konseling perorangan atau layanan lain yang sesuai. 3. Siswa: Diharapkan siswa mampu memiliki etika dalam berbahasa khususnya berbahasa jawa dengan baik dan benar yaitu bahasa jawa krama inggil, agar mampu menjaga tradisi budaya masyarakat jawa.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Drs. Arista Kiswantoro, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Bahasa Jawa Krama Inggil, Layanan Penguasaan Konten dan Bermain Peran
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 14 Nov 2016 03:35
Last Modified: 14 Nov 2016 03:35
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6281

Actions (login required)

View Item View Item