Penerapan Pendekatan Behavioristik Dengan Teknik Reinforcement Untuk Mengatasi Frustasi Anak Dari Keluarga Disharmoni

Ulyaaka, Shofia (2016) Penerapan Pendekatan Behavioristik Dengan Teknik Reinforcement Untuk Mengatasi Frustasi Anak Dari Keluarga Disharmoni. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal judul) - Accepted Version
Download (436kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (228kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (447kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (261kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (318kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (277kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (140kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (217kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab ketidakharmonisan dalam keluarga sehingga menyebabkan frustasi anak pada siswa SMK N 1 Kudus, 2. Membantu mengatasi frustasi anak dari keluarga disharmoni melalui pendekatan behavioristik dengan teknik reinforcement pada siswa di SMK N 1 Kudus Tahun Pelajaran 2015/2016. Frustasi merupakan suatu kondisi psikologis seseorang yang mengalami kekecewaan karena tidak terpenuhinya kebutuhan serta dalam usaha dan perjuangannya mencapai suatu tujuan mengalami kegagalan dikarenakan adanya halangan yang menghambat. Sedangkan keluarga disharmoni kondisi retaknya struktur peran sosial karena adanya ketidakselarasan dalam suatu keluarga yang diakibatkan satu atau lebih anggota keluarga tidak mampu menjalankan peran dan kewajibannya sebagai anggota keluarga sebagaimana mestinya. Pengentasannya melalui pendekatan behavioristik teknik reinforcement untuk membantu konseli yang mengalami permasalahan dalam bertingkah laku dengan memfokuskan pada aspek pemberian penguatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus. Subjek yang diteliti ialah 2 (dua) siswi SMK N 1 Kudus yakni SA kelas X JB 2 dan EL kelas XI PM 1 yang terindikasi mengalami frustasi dari keluarga disharmoni. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi sebagai metode pokok, serta dokumentasi sebagai metode pelengkap. Analisis data yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, agar diperoleh pemahaman tentang permasalahan frustasi keluarga disharmoni yang dialami subjek penelitian dengan menginterpretasi bagaimana subjek memperoleh makna dari lingkungan serta pengaruhnya terhadap kehidupannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor penyebab frustasi yang dialami siswa SMK N 1 Kudus berasal dari faktor eksternal yaitu keadaan keluarga mereka tidak hamonis. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ketidakharmonisan keluarga SA diantaranya: masalah ekonomi, perbedaan keyakinan disaat menikah, dan sikap egosi. Sedangkan faktor penyebab ketidakharmonisan keluarga EL yaitu: kurangnya komunikasi diantara anggota keluarga, masalah ekonomi, dan faktor pribadi. Hal tersebut membuat SA dan EL bertingkah laku maladaptif seperti kurang bersemangat dalam menjalani kehidupan, kontrol emosi rendah, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan di sekolah, merasa minder, cenderung pendiam, rendahnya hubungan sosial di kelas, hilangnya motivasi sekolah. Simpulan hasil penelitian ini adalah penerapan pendekatan behavioristik dengan teknik reinforcement sangat tepat untuk mengatasi frustasi yang dialami SA dan EL. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti menyampaikan saran kepada: 1. Kepala sekolah. Kepala sekolah memiliki wewenang yang cukup besar untuk dapat membuat kebijakan. Untuk itu diharapkan kepada kepala sekolah agar mengadakan pertemuan rutin dengan wali kelas dan guru pembimbing BK untuk membuat kebijakan serta memberikan pembinaan yang berkaitan dengan pemberian pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa di sekolah khususnya yang mengalami permasalahan dalam keluarga, agar jika siswa mengalami permasalahan tersebut dapat segera teratasi sehingga tidak mempengaruhi proses belajarnya di sekolah. 2. Konselor. Konselor dapat lagi meningkatkan kualitas layanan-layanan bimbingan dan konseling terutama konseling individu. 3. Siswa. Bagi siswa yang mengalami permasalahan dalam keluarga, hendaknya memahami bahwa setiap keluarga pasti ada permasalahan, namun siswa harus mampu membentengi dirinya sendiri agar tidak larut dalam permasalahan tersebut. Ia mampu berpikir jernih dan mengambil sikap yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang dialami dengan tidak mengesampingkan tugasnya sebagai seorang anak untuk membanggakan orang tua dengan prestasi yang diraih, sebagai seorang individu yang memiliki kepribadian, dan sebagai makhluk sosial yang menjaga hubungan sosial dengan baik. 4. Peneliti. Diharapkan peneliti mampu menyempurnakan ilmu bimbingan dan konseling yang telah didapat dari bangku perkuliahan khususnya mengenai pendekatan behavioristik teknik reinforcement untuk mengatasi frustasi anak dari keluarga disharmoni, serta berbagai pendekatan lainnya supaya kelak apabila menangani permasalahan siswa, mampu mengatasinya dengan tepat.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: Drs. Susilo rahardjo, M.Pd., Kons.
Uncontrolled Keywords: Pendekatan Behavioristik, Teknik Reinforcement, Frustasi dari Keluarga Disharmoni.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 14 Nov 2016 04:04
Last Modified: 14 Nov 2016 04:04
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/6283

Actions (login required)

View Item View Item