PELAKSANAAN PUTUSAN PERMOHONAN CERAI TALAK DI PENGADILAN AGAMA BLORA

PRIYADI, PRIYADI (2018) PELAKSANAAN PUTUSAN PERMOHONAN CERAI TALAK DI PENGADILAN AGAMA BLORA. Skripsi Sarjana thesis, UMK.

[img]
Tinjau ulang
PDF (hal. depan) - Accepted Version
Download (247kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (332kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (371kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (190kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (287kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (136kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (168kB) | Tinjau ulang
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Skripsi yang berjudul “pelaksanaan putusan permohonan cerai talak di Pengadilan Agama Blora” ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan putusan permohonan cerai talak di Pengadilan Agama Blora dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak dilaksanakannya Putusan permohonan cerai talak di Pengadilan Agama Blora. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Data yang dikumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan putusan permohonan cerai talak di Pengadilan Agama Blora adalah Hakim mewajibkan suami yang mengajukan memenuhi kewajibannya berdasarkan Pasal 149 KHI, yaitu mut’ah, nafkah iddah, pelunasan mahar bagi qobla al dukhul, dan biaya hadhonah bagi anak, baru bersifat “wajib” diberikan oleh mantan suami kepada mantan istri yang ditalaknya, setelah ikatan perkawinan suami-istri tersebut dinyatakan putus atau setelah suami mengucapkan ikrar talak di depan persidangan Pengadilan Agama. Terkait dengan mut’ah (hadiah) dan nafkah iddah yang belum dipenuhi atau diberikan oleh Pemohon, yang mana mut’ah dan nafkah iddah tersebut dinyatakan dan ditetapkan dalam amar putusan, maka Termohon dapat mengingatkan dan menegur Pemohon untuk melaksanakan putusan tersebut. Apabila tidak diindahkan, Termohon dapat meminta pelaksanaan eksekusi kepada Pengadilan Agama yang memutus perkara permohonan talak tersebut supaya hak-hak Termohon (termasuk mut’ah dan nafkah iddah) dipenuhi dan diberikan oleh Pemohon dalam kasus Putusan Nomor 1503/Pdt.G/2015/PA.Bla dan Putusan Nomor 1530/Pdt.G/2015/PA.Bla ternyata para suami/ Pemohon tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam Pasal 149 KHI. Faktor yang menyebabkan tidak dilaksanakannya Putusan permohonan cerai talak di Pengadilan Agama Blora yaitu karena pemohon dalam ekonomi lemah sehingga tidak mampu membayar nafkah iddah dan mut’ah kepada mantan isteri di Pengadilan Agama Blora.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Dr. Iskandar Wibawa, S.H, M.H.
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Putusan, Cerai Talak, Pengadilan Agama.
Subjects: Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 27 Apr 2018 10:09
Last Modified: 27 Apr 2018 10:09
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/8668

Actions (login required)

View Item View Item