PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA PADA MATERI JARING-JARING KUBUS DAN BALOK MENGGUNAKAN MODEL REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) BERBANTU ALAT PERAGA PUZJAKUBA

LISTIYANI, RIRIN (2018) PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA PADA MATERI JARING-JARING KUBUS DAN BALOK MENGGUNAKAN MODEL REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) BERBANTU ALAT PERAGA PUZJAKUBA. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (cover) - Accepted Version
Download (825kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (231kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (474kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (465kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (bab 5) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (252kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (103kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (315kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (8MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok berbantu alat peraga Puzjakuba pada siswa kelas IV SD 2 Karangbener. Penerapan model pembelajaran Realistic Mathematic Education yakni suatu pembelajaran dimana siswa diajak mengaitkan langsung pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari yang dialami siswa. Langkah model pembelajaran Realistic Mathematic Education, yaitu: penggunaan masalah kontekstual, penggunaan model, penggunaan kontribusi siswa, interaktivitas dan intertwinning. Kemampuan berpikir kreatif siswa adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau gagasan baru untuk menyelesaikan persolaan atau menghasilkan cara yang baru sebagai solusi alternatif dalam materi jaring-jaring kubus dan balok menggunakan alat peraga Puzjakuba. Hipotesis tindakan yaitu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan meningkatkan aktivitas belajar siswa berbantu alat peraga Puzjkauba. Penelitian ini dirancang menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus. Subyek penelitian siswa kelas IV SD 2 Karangbener berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara, soal tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitattif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika kemampuan berpikir kreatif siswa mencapai persentase minimal 70% dengan kriteria baik, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dikatakan berhasil telah mencapai persentase minimal 75% dengan kriteria baik dan aktivitas belajar siswa di kelas dikatakan berhasil telah mencapai persentase minimal 75% dengan kriteria baik . Hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif siswa siklus I (71%/ baik), siklus II (80%/ sangat baik). Sedangkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran siklus I (82%/ sangat baik), dan siklus II (90%/ sangat baik). Aktivitas belajar siswa di kelas siklus I (72%/ baik) dan siklus II (85%/ sangat baik). Simpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Realistic Mathematic Education berbantu alat peraga Puzjakuba pada materi jaring-jaring kubus dan balok dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan meningkatkan aktivitas belajar siswa pada siswa kelas IV SD 2 Karangbener. Saran yang diberikan yakni dengan menggunakan model Realistic Mathematic Education berbantu alat peraga Puzjkauba, siswa menjadi lebih aktif ketika pembelajaran berlangsung dan diharapkan agar rasa ingin tahu siswa menjadi lebih meningkat karena tidak hanya membayangkan untuk mencari pola jaring-jaring kubus dan balok. Guru perlu adanya model pembelajaran beserta alat peraga untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menentukan pola jaring-jaring kubus dan balok. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada guru untuk akatif mengikuti pelatihan atau sosialisasi yang dapat bisa menambah pengetahuan dan wawasan, serta sebagai alat evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan berpikir kreatif yang salah satunya menggunakan model Realistic Mathematic Education berbantu alat peraga Puzjkuba. Peneliti selanjutnya perlu melakukan persiapan yang maksima agar dalam melakukan penelitian bisa berlangsung dengan lancar, diharpak peneliti selanjutnya dapat mengembangkan model Realistic Mathematic Education berbantu alat peraga Puzjakuba untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan dengan menggunakan model beserta alat peraga tersebut dapat lebih optimal membimbing siswa dalam proses pembelajaran, dimana ketika ada siswa yang pasif menjadi lebih aktif dengan cara penelii harus selalu memberi motivasi agar siswa bersemangat untuk aktif bertanya maupun menjawab dalam pembelajaran.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Henry Suryo Bintoro, S.Pd, M.Pd
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 08 Jun 2018 03:47
Last Modified: 08 Jun 2018 03:47
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/9000

Actions (login required)

View Item View Item