KEDUDUKAN UNDANG-UNDANG KEORMASANTERHADAP KEHIDUPAN BERDEMOKRASI DI INDONESIA

SETYA BUDI, ANDHI (2018) KEDUDUKAN UNDANG-UNDANG KEORMASANTERHADAP KEHIDUPAN BERDEMOKRASI DI INDONESIA. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (cover) - Accepted Version
Download (424kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (bab 1) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (320kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 2) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (364kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 3) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (376kB) | Request a copy
[img] PDF (bab 4) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (220kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (daftar pustaka) - Accepted Version
Download (323kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (lampiran) - Accepted Version
Restricted to hanya untuk Staf Repositori

Download (269kB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Tesis ini berjudul: Kedudukan Undang-Undang Keormasan Terhadap Kehidupan Berdemokrasi Di Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia mengatur bahwa Presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Penetapan Perppu oleh Presiden hanya boleh dilakukan ketika dalam kondisi ihkwal kegentingan yang memaksa. Pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo menetapkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pada sidang paripurna DPR, DPR menyetujui Perppu tersebut dan mengesahkan menjadi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017. Akibat Perppu tersebut, terjadi kegaduhan di Masyarakat yang sebagian menganggap bahwa Perppu tersebut menciderai nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Permasalahan yang dibahas dalam tesis ini adalah: 1. Bagaimana kedudukan undang-undang keormasan terhadap kehidupan berdemokrasi di Indonesia? 2. Bagaimana dimensi kegentingan memaksa dalam penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan? Pendekatan masalah pada penelitian ini adalah pendektan yuridis normatif, spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis, jenis data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan studi dokumenter, metode analisisnya menggunakan metode kualitatif. Pada undang-undang keormasan sebelum Perppu Nomor 2 Tahun 2017 ditetapkan, mekanisme pembubaran ormas adalah melalui putusan pengadilan. Namun, setelah ditetapkannya Perppu tersebut, Kementrian terkait dapat mencabut status badan hukum dari ormas, yang sama saja membubarkannya. Hal ini berdasarkan asas contrario actus. Hal ikhwal kegentingan yang memaksa yang melatarbelakangi ditetapkannya Perppu tersebut karena Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hukum saat ini. Khususnya yang berkaitan dengan ormas yang mengancam ideologi Pancasila yang harus segera ditindaklanjuti. Namun batasan tentang ancaman terhadap ideologi Pancasila perlu diperjelas agar tidak menjadi polemik dalam Pemerintah mengambil tindakan kepada ormas yang dianggap mengancam ideologi Pancasila. Disamping itu tindakan preventif lebih penting dengan cara melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap ormas-ormas sebelum menjatuhkan sanksi berupa pencabutan status badan hukum.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Dr. Subarkah, S.H., M.Hum
Uncontrolled Keywords: Demokrasi, Organisasi Kemasyarakatan, Perppu.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum (S2)
Depositing User: UPT Perpustakaan UMK
Tanggal Deposit: 29 Dec 2018 01:34
Last Modified: 29 Dec 2018 01:34
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/9919

Actions (login required)

View Item View Item