PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG KELAS V SDN 1 KARANGBENER

CAHYANTI ALFIAH, DWI (2014) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI JARING-JARING BANGUN RUANG KELAS V SDN 1 KARANGBENER. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img]
Tinjau ulang
PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (692kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Bab 1) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (252kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 2) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (465kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 3) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (657kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 4) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 5) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (348kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab 6) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (224kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
Download (229kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (14MB) | Request a copy
Official URL: http://eprints.umk.ac.id

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 1 Karangbener Kudus. Seperti yang ditunjukkan oleh nilai hasil ulangan harian yang dilakukan pada bulan Februari 2014, persentase ketuntasan kasikal hanya 42,85% khususnya pada materi jaring-jaring bangun ruang. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas dapat disimpulkan terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran matematika, diantaranya: (1) pada umumnya siswa masih takut untuk mencoba menemukan bentuk dari jaring-jaring bangun ruang selain bentuk yang ada di buku, (2) kurangnya variasi pembelajaran sehingga siswa kurang kreatif untuk membuat jaring-jaring bangun ruang, (3) untuk mengetahui jaring-jaring bangun ruang, guru hanya menanamkan konsep hafalan yang pada akhirnya siswa akan mudah lupa, dan (4) siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran matematika sehingga banyak siswa yang pasif saat pembelajaran. Solusi dari permasalahan tersebut adalah model pembelajaran inkuiri yang diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran inkuiri pada materi jaring-jaring bangun ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi jaring-jaring bangun ruang kelas V SDN 1 Karangbener tahun 2013/2014. Model pembelajaran inkuiri adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan cara eksperimen, sehingga siswa memperoleh pengetahuan baru tanpa mengingat fakta-fakta atau ilmu sebelumnya. Setelah menggunakan model ini diharapkan siswa memperoleh pengetahuan bukan dari mengingat materi atau fakta yang sudah ada, tetapi hasil dari penemuan mereka sendiri. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus menggunakan model PTK Kemmis dan Mc Taggart dengan 4 tahap meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru (peneliti) dan siswa kelas V SDN 1 Karangbener Kudus yang berjumlah 14 siswa di antaranya 5 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Variabel bebas adalah model pembelajaran inkuiri dan variabel terikatnya adalah hasil belajar materi jaring-jaring bangun ruang pada siswa kelas V SDN 1 Karangbener. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa metode tes, metode wawancara, metode observasi, metode dokumentasi, dan cacatan lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar, pedoman wawancara, lembar observasi, dokumentasi, dan lembar cacatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian siklus I aktivitas siswa memperoleh skor rata-rata 2,41 (cukup baik) dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 2,77 (baik). Pengelolaan pembelajaran guru pada siklus I memperoleh skor rata-rata 2,58 (baik) dan pada siklus II meningkat menjadi 3,35 (sangat baik). Hasil belajar siswa siklus I mencapai persentase 57,14% dan siklus II meningkat menjadi 78,57%. Peningkatan hasil belajar dikarenakan siswa pada siklus II sudah mampu menyesuaikan diri dengan penerapan model inkuiri. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model inkuiri dapat meningkatkan aktivitas siswa, pengelolaan pembelajaran guru, dan hasil belajar siswa dalam menemukan jaring-jaring bangun ruang di kelas V SDN 1 Karangbener tahun pelajaran 2013/2014. Peneliti menyarankan kepada guru sebaiknya memberi motivasi dan bimbingan ketika siswa melakukan penemuan jaring-jaring bangun ruang, terutama kepada siswa yang kurang aktif.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Hasil Belajar, Model Pembelajaran Inkuiri, Jaring-jaring Bangun Ruang.
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Depositing User: pustakawan umk
Tanggal Deposit: 06 Sep 2014 07:00
Last Modified: 06 Sep 2014 07:00
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/3278

Actions (login required)

View Item View Item