Studi Kasus Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Mengatasi Siswa Kurang Konsentrasi Belajar Pada Kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012

Shofiyah, Nor Laelatus (2012) Studi Kasus Penerapan Konseling Behavioristik Untuk Mengatasi Siswa Kurang Konsentrasi Belajar Pada Kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (HAL JUDUL) - Accepted Version
Download (276kB)
[img] PDF (BAB I) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (62kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB II) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (161kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB III) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (111kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB IV) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (275kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB V) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (132kB) | Request a copy
[img] PDF (BAB VI) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (93kB) | Request a copy
[img]
Tinjau ulang
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Accepted Version
Download (43kB) | Tinjau ulang
[img] PDF (LAMPIRAN) - Accepted Version
Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

Download (2MB) | Request a copy

Abstrak

Dalam proses belajar mengajar sering dijumpai siswa yang kurang konsentrasi. Berdasarkan pengamatan peneliti selama melaksanakan PPL ternyata beberapa siswa kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012 mengalami kurang konsentrasi belajar, seperti berbicara dengan teman di saat jam pelajaran berlangsung, main HP, melamun, mengantuk, melihat ke arah luar kelas, serta kurangnya minat terhadap pelajaran yang dihadapi. Oleh karena itu, siswa yang mengalami masalah kurang konsentrasi belajar perlu mendapat bantuan berupa konseling individual dengan menggunakan pendekatan Behavioristik, sehingga tingkah laku siswa dapat berubah menjadi lebih baik dari kurang konsentrasi belajar menjadi lebih bisa berkonsentrasi belajar, serta diharapkan prestasi yang diperoleh mencapai hasil yang optimal. Dalam penelitian ini, rumusan masalah adalah: 1. Faktor-faktor apakah yang menjadi penyebab kurangnya konsentrasi belajar pada kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012? 2. Apakah penerapan model konseling Behavioristik dapat mengatasi masalah kurang konsentrasi belajar pada kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012? Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kurangnya konsentrasi belajar pada kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012. 2. Untuk mengatasi masalah kurang konsentrasi belajar melalui penerapan model konseling Behavioristik pada siswa kelas X TO.1 SMK NU Ma'arif Kudus Tahun Ajaran 2011/2012. Kegunaan teoritis : 1. Menambah wawasan bagi konselor, guru atau pihak yang terkait tentang peranan model konseling behavioristik untuk mengatasi siswa kurang konsentrasi belajar. 2. Menjadi dasar pijakan untuk penelitian-penelitian selanjutnya. 3. Memperoleh alternatif cara penyelesaian masalah siswa yang kurang konsentrasi belajar Kegunaan praktisnya: 1. Konselor memperoleh alternatif pemecahan masalah siswa dengan penerapan model konseling behavioristik untuk mengatasi siswa kurang konsentrasi belajar. 2. Membantu orang tua peserta didik dalam membimbing putra-putrinya yang mengalami masalah kurang konsentrasi belajar. 3. Membantu siswa dalam menyelesaikan masalah kurang konsentrasi belajar. Sesuai judul penelitian, maka ruang lingkup penelitian adalah tentang studi kasus dengan penerapan model konseling Behavioristik dan kurang konsentrasi belajar. Subjek penelitian ada 3 (tiga) siswa yaitu ADM, AYD, dan RBR. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan kunjungan rumah. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik simpulan bahwa faktor penyebab kurang konsentrasi belajar dan pengaruh penerapan Pendekatan Konseling Behavioristik dari ketiga konseli yaitu : 1. ADM : Faktor internal : konseli tidak merasa senang/kurang berminat terhadap pelajaran yang dihadapi. Faktor eksternal : suara bising dari kendaraan yang lalu lalang dan mesin pertukangan dekat rumahnya. Perilaku yang akan diubah adalah suka sekali bermain dan tidak suka belajar di rumah menjadi lebih suka belajar daripada bermain. 2. AYD : Faktor internal : ketidaksiapan konseli dalam menerima pelajaran, kurangnya minat dan motivasi terhadap pelajaran yang dihadapi. Faktor eksternal : pengaruh dari teman yang mengajaknya bicara di saat jam pelajaran berlangsung. Perilaku yang akan diubah adalah suka sekali nonton TV dan jarang belajar menjadi rajin belajar daripada nonton TV. 3. RBR : Faktor internal : ketidaksiapan konseli dalam menerima pelajaran, kondisi fisik yang lemah, dan konseli tidak berminat terhadap mata pelajaran yang dihadapi. Faktor eksternal : fasilitas belajar tidak memadai dan lingkungan sekitar rumah yang kurang nyaman dan kurang tenang. Perilaku yang akan diubah adalah tingkah laku konseli yang tidak pernah belajar di rumah menjadi rajin belajar di rumah. Setelah dilaksanakan tiga kali konseling dengan pendekatan Behavioristik, terjadi perubahan tingkah laku yang awalnya ketiganya mengalami kurang konsentrasi belajar sekarang menjadi mampu menunjukkan sikap yang baik dan lebih berkonsentrasi dalam belajar. Berdasarkan penemuan penelitian, peneliti dapat memberikan saran kepada: 1. Kepala Sekolah : Perlu diadakan pertemuan secara periodik dengan para guru, diantaranya dengan guru kelas, guru mata pelajaran, dan konselor untuk membahas permasalahan siswa. 2. Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran : Membantu siswa yang mengalami kurang konsentrasi belajar agar siswa bisa mencapai prestasi belajar yang maksimal. 3. Konselor Sekolah : Hendaknya melaksanakan tugasnya sebagai seorang konselor dengan baik, sehingga dapat membantu siswa untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, khususnya membantu siswa untuk mampu berkonsentrasi belajar. 4. Orang Tua : Menjalin kerjasama dengan sekolah dengan cara saling memberikan informasi mengenai perkembangan anak, sehingga anak selalu terpantau perkembangannya baik di rumah maupun di sekolah. 5. Siswa : Siswa diharapkan lebih terbuka dan berkenan membicarakan dengan guru bidang studi/wali kelas atau dengan konselor apabila mengalami kesulitan dalam konsentrasi belajar.

Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
Additional Information: Pembimbing: (i). Drs. Sucipto, M.Pd, Kons., (ii). Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd.
Uncontrolled Keywords: Konseling Behavioristik; Kurang Konsentrasi Belajar
Subjects: Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
Depositing User: Users 1245 tidak ditemukan.
Tanggal Deposit: 07 Nov 2012 04:24
Last Modified: 07 Nov 2012 04:24
URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/487

Actions (login required)

View Item View Item