Studi Kasus Penerapan Konseling Behavioristik untuk Menangani Perilaku Temperamental Negatif Siswa MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus Tahun Pelajaran 2011/2112

Niam, Ulin (2012) Studi Kasus Penerapan Konseling Behavioristik untuk Menangani Perilaku Temperamental Negatif Siswa MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus Tahun Pelajaran 2011/2112. Skripsi Sarjana thesis, Universitas Muria Kudus.

[img] PDF (Hal. Judul) - Accepted Version
Download (270Kb)
    [img] PDF (Bab I) - Accepted Version
    Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

    Download (73Kb) | Request a copy
      [img] PDF (Bab II) - Accepted Version
      Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

      Download (242Kb) | Request a copy
        [img] PDF (Bab III) - Accepted Version
        Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

        Download (138Kb) | Request a copy
          [img] PDF (Bab IV) - Accepted Version
          Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

          Download (109Kb) | Request a copy
            [img] PDF (Bab V) - Accepted Version
            Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

            Download (33Kb) | Request a copy
              [img] PDF (Bab VI) - Accepted Version
              Restricted to Hanya untuk pengguna terdaftar

              Download (30Kb) | Request a copy
                [img] PDF (Daftar Pustaka) - Accepted Version
                Download (25Kb)
                  [img] PDF (Lampiran) - Accepted Version
                  Download (349Kb)

                    Abstrak

                    Kepribadian yang temperamental atau orang yang mempunyai perilaku temperamental adalah sebuah kepribadian yang sama sekali berbeda dengan orang yang emosional atau pemarah. Meskipun secara sekilas dalam pandangan orang banyak ada hubungan yang menyatukan mereka, tetapi jika ditinjau realitasnya dan secara ilmu psikologi, bukan seperti itu realitasnya. Kepribadian yang temperamental juga bukan kepribadian yang sensitif. Dan, bagi setiap kepribadianada ciri-ciri tertentu dan sisi-sisi tertentu yang membedakannya dengan kepribadian yang lain. Kepribadian yang temperamental adalah kepribadian yang ketika kita berinteraksi dengannya kita harus bersikap hati-hati. Orang Dalam realitasnya, temperamen dapat dikategorikan sebagai sebuah ungkapan perasaan. Kami tegaskan bahwa orang yang mempunyai sifat temperamental tentu saja mempunyai jiwa yang sensitif, tetapi orang yang sensitif tidak mesti temperamental. Hal ini menegaskan adanya perbedaan kedua sifat tersebut. Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1). Apakah faktor penyebab timbulnya perilaku temprament negatif siswa kelas XI MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012? 2). Apakah penerapan model konseling Behavioristik efektif untuk mengatasi perilaku temperament di Ma Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012? Tujuan penelitian ini adalah : 1). Mendeskripsikan faktor- faktor penyebab timbulnya perilaku temperament negatif siswa kelas XI MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. 2). Mengetahui efektifitas penerapan pendekatan konseling Behavioristik untuk mengatasi siswa temperament siswa MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus Tahun Pelajaran 2011/2012. Kegunaan penelitian ini: siswa, dapat menghindari/memecahkan masalah yang salama ini dialami yang berhubungan dengan sikap temperament yang mereka miliki dalam kaitanya pergaulan sehari-hari dengan lingkungan sekolah dan masyarakat luas pada nantinya. Guru pembimbing, menambah wawasan tentang penerapan model konseling Behavioristik untuk membantu peserta didik yang memiliki perilaku temperament negatif di MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus. Ruang lingkup penelitian ini di MA Nadhlatul Muslimin Undaan Kudus mulai dari Mei sampai Juli 2012. penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan subjek 3 (tiga) siswa yaitu FND, ML dan RDK yang memiliki sikap temperamental. Teknik yang digunakan adalah : Wawancara, Observasi dan Dokumentasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa sikap egois disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: Kasus klien I (FND) adalah : tidak mempunyai sikap sabar dalam menghadapi teman-temannya. Klien II (ML) adalah : tidak mampu mengontrol perilaku temperamentalnya. Klien III (RDK) adalah : berperilaku temperamental yang berlebihan jika dalam kegiatan sehari-hari selalu dikatkan dengan mantan pacar RDK. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan faktor yang menyebabkan siswa memiliki sikap temperament. Klien I (FND) Memiliki sikap sulit memaafkan kesalahan orang lain. Karena FND menginginkan tidak adanya kesalahan yang dibuat oleh teman-temannya saat latihan dan bertanding bola volley. Klien II (ML) Sering berperilaku temperamental karena masalah yang kecil. perilaku ini sangat mudah sekali muncul, ketika klien merasa tidak nyaman. Klien III (RDK) Sering perilaku temperamental karena jika teringat dengan mantan pacar. Sikap ini diakibatkan oleh perasaan sakit hati terhadap mantan pacarnya. Berdasarkan dari hasil kesimpulan di atas, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut : Kepala sekolah : perlu menciptakan suasana sekolah yang dapat menimbulkan rasa nyaman bagi para siswa sehingga para siswa dapat mengembangkan proses sosialisasi dengan baik. Konselor : Selalu memperhatikan perkembangan siswa khususnya siswa yang berperilaku temperamental negatif dan perhatian khusus agar dapat mengembangkan diri dalam bersiosialisasi antar teman di sekolah. Wali kelas : Membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan teman lain di sekolah dan dapat menjadi pribadi yang baik dan perlu memperhatikan siswa dalam berinteraksi dengan sesama teman di sekolah. Orang tua : Hendaknya orang tua memberikan kepercayaan terhadap anaknya, bahwa anaknya mampu bertanggung jawab, serta orang tua memantau perilaku dan pergaulan anaknya.

                    Tipe dokumen: Skripsi (Skripsi Sarjana)
                    Additional Information: Dosen Pembimbing : 1). Drs. H.Sucipto. M.Pd. Kons 2). Drs. Masturi, MM
                    Uncontrolled Keywords: Model Konseling Behavioristik; Perilaku Temperamental Negatif.
                    Subjects: FIlsafat. Psikologi. Agama > BF Psychology > Psikologi > Afeksi. Perasaan. Emosi
                    FIlsafat. Psikologi. Agama > BF Psychology > Psikologi > Psikologi perkembangan. Meliputi psikologi perkembanga bayi, anak, remaja, dewasa lanjut usia.
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Konsultas dan konseling pendidikan
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Sekolah menengah atas (SMA)
                    Pendidikan > Teori dan praktek pendidikan > Kehidupan sekolah. Perilaku dan kebiasaan siswa
                    Divisions: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan > Bimbingan & Konseling
                    Depositing User: Noor Athiyah
                    Tanggal Deposit: 05 Nov 2012 10:45
                    Last Modified: 05 Nov 2012 10:45
                    URI: http://eprints.umk.ac.id/id/eprint/442

                    Actions (login required)

                    View Item